
Magang Profesi Pilihan di Batu Secret Zoo

Magang Profesi Pilihan di Batu Secret Zoo
Kebutuhan protein yang tinggi pada Felidae disebabkan karena kurangnya enzim aminotransferase dan enzim siklus urea pada famili ini. Kurangnya kedua enzim tersebut memberikan efek yang besar pada sintesis zat nutrisi yang diperlukan tubuh. Famili Felidae membutuhkan banyak taurine dan arginine dalam dietnya (Knopf et al. 1978).
Umumnya mamalia dapat mensintesis taurine dalam tubuh. Taurine diketahui bukan merupakan zat esensial kecuali pada hewan muda. Akan tetapi taurine merupakan zat esensial pada famili kucing-kucingan. Taurine merupakan asam amino. Taurine tidak termasuk pembentuk polipeptida tetapi berada di dalam jaringan tubuh hewan sebagai asam amino bebas. Pada mamalia taurine tidak dioksidasi, melainkan digunakan sebagai konjugat pada asam empedu. Anjing dan kucing menggunakan taurine sebagai konjugat asam empedu, sedangkan spesies lainnya termasuk manusia bisa menggunakan taurine atau glysin untuk mengkonjugasi asam empedu. Anjing menggunakan taurine untuk mengkonjugasi asam empedu akan tetapi hewan seperti anjing dan pengerat mempunyai kemampuan sintesis yang luar biasa sehingga bisa mencukupi kebutuhan taurin dalam tubuh. Spesies yang mempunyai kemampuan sintesis taurin lebih rendah seperti kelinci mengganti taurine dengan glycine sebagai konjugat asam empedunya. Spesies seperti manusia dan monyet dunia lama menggunakan taurine sebagai konjugat asam empedunya tetapi menggantinya dengan glycine ketika kadar taurine dalam plasma rendah. Inilah yang membuat kucing sangat sensisitif terhadap defisiensi taurine dibandingkan spesies lain. Keadaan ini diperburuk dengan kebutuhan pertumbuhan masaa otot yang besar pada famili Feidae (Hayes 1981).
Mamalia mensintesis taurine dengan cara mengoksidasi sulfur asam amino cystein. Felidae memiliki semua enzim yang dibutuhkan untuk mensintesis taurin, akan tetapi aktivitas enzim untuk sisntesa taurine lebih rendah dibandingkan spesies mamalia lainnya. Enzim terebut adalah cystein dioksigenase (CD) yang mengkatalisasi oksidasi cystein menjadi asam cysteinesulphid (CSA) dan asam cysteinesulphic dekarboksilase yang mengakatalisasi konversi CSA menjadi hypotaurine. Kurangnya aktivitas kedua enzime tersebut menimbulkan efek yang berlipat. Rendahnya aktivitas enzim akan memperlambat perjalanan sintesis taurine (Morris 2001).
Hayes et al. (1975) melaporkan bahwa defisiensi taurine pada Felidae dapat menyebabkan degenerasi retina. Selain itu Stuman et al. (1987) menunjukkan bahwa defisiensi taurine pada induk kucing bisa menyebabkan gangguan reproduksi dan kelainan pertumbuhan pada anak yang dikandungnya. Dalam penelitian yang lain disebutkan bahwa defisiensi taurine dihubung-hubungkan dengan kejadian dilatasi kardiomiopati, keadaan ini bisa diperbaiki dengan penambahan supplemen taurin pada pakan.
Taurine banyak terdapat pada pakan yang berasal dari hewan dan juga ikan. Taurine banyak terdapat pada jaringan hewan. Satwa anggota famili Felidae yang diberi pakan menggunakan daging. Permasalahan timbul ketika satwa diberikan pakan kombinasi antara daging dan bahan-bahan sayuran. Hal ini sering terjadi pada kucing domestik. Keuntungan lain memberikan daging hewan sebagai pakan selain mencukupi kebutuhan taurin dalam tubuh satwa adalah metabolisme protein-protein dalam daging akan menghasilkan pyruvat yang akan dikonversikan menjadi energi (Morris 2001).
Daftar Pustaka
Hayes, K.C., Carey, R.E. and Schmidt, S.J. 1975. Retinal degeneration associated with taurine deficiency in the cat. Science 188, 949–951.
Hayes, K.C. 1981. Nutritional Problems in Cats: Taurine Deficiency and Vitamin A Excess. Can. vet. J. 23: 2-5
Knopf K, Sturman JA, Amstrong M, Hayes C. 1978. Taurine: An Essential Nutrient for the Cat. J. Nutr. 108: 773-778,
Morris JG. 2001. Unique nutrient requirements of cats appear to be diet–induced evolutionary adaptations. Recent Advances in Animal Nutrition in Australia, Volume 13
Sturman, J.A., Gargano, A.D., Messing J.M. and Imake, H. 1987. Nutritional taurine deficiency and feline pregnancy and outcome. In: The Biology of Taurine. Methods and Mechanisms, pp. 113–124 (eds. R.J. Huxtable, F. Franconi and A. Giotti), Advances in Experimental Medicine, 217.

Pneumonia Granuloma akibat Histoplasma
Peradangan granuloma merupakan tipe khusus dari peradangan kronis. Radang garnulomatosa ditandai dengan berkumpulnya makrofag, sel epitel dan sel raksasa multinukleus. Sel raksasa multinukleus merupakan ciri utam dari sel granuloma. Sel raksasa merupakan sel yang paling dominan pada radang granuloma. Radang granuloma merupakan bentuk dari pertahanan tubuh terhadap agen penyebab granuloma yang persisten. Sel epitel, sel radang, dan terutama sel raksasa multinukleus akan membentuk dinding menutupi agen penyebab granuloma. Pembentukan dinding pada agen penyebab ini akan menyebabkan terbentuknya granul-granul yang terlihat secara makroskopis. Agen penyebab granuloma adalah sesuatu yang bersifat sukar larut, persisten, dan undegradable. Akan tetapi substansi yang mudah larut juga bisa menyebabkan radang granuloma apabila mampu berikatan dengan makromolekul dari dalam tubuh. Substansi yang sukar larut, persisten, dan undegradable dapat menyebabkan reaksi radang granuloma karena kemampuan dari substansi tersebut untuk menyebabkan immobilisasi makrofag. Peradangan granulomatosa sendiri dapat dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya sel epiteloid. Pada pemeriksaan secara histopatologi granuloma dibedakan menjadi tipe epiteloid dan tipe benda asing. Pada radang granuloma tipe benda asing sangat sulit atau mustahil ditemukan sel epiteloid. Akan tetapi pada kedua jenis radang ditemukan baik sel raksasa tipe benda asing maupun sel raksasa tipe langhan (William 1983). Sumber lain menyebutkan bahwa radang granuloma bisa juga terjadi karena defisiensi kemampun tubuh dalam memfagosit dan mendegradasi partikel yang bisa menyebabkan radang granuloma (Anonim 2013).
Beberapa penyebab radang granuloma pada paru-paru kucing antara lain parasit (Aelurostrongylus abstrusus), infeksi fungi (seperti Histoplasma spp. Cryptococcus spp.), infeksi bakteri seperti Mycobacterium spp.Rhodococcus spp., benda asing juga dapat menyebabkan pneumonia granuloma, selain itu FIP (Feline Infectious Peritonitis) juga dapat menyebabkan pneumonia granuloma pada kucing (Anonim 2 2013). Pneumonia granuloma dapat terjadi baik melalui rute hematogenus ataupun rute aerogenus. Penyakit pneumonia granulomatosa yang disebabkan oleh agen infeksius bisa berlanjut ke organ-organ lain di dalam tubuh (Carlton 1995).
Anonim. 2013. granulomatous inflammation. [terhubung berkala: 21 Maret 2013] http://www.gpnotebook.co.uk/simplepage.cfm?ID=-1845100486
Anonim 2. 2013. Granulomatous pneumonia. [terhubung berkala: 21 Maret 2013] http://vetbook.org/wiki/cat/index.php/Granulomatous_pneumonia
Carlton WW, McGavin MD. 1995. Thomson’s Special Veterinary Pathology. Missouri: Mosby
Williams G T, W Jones. 1983. Granulomatous inflammation- a review. J Clin Pathol 1983;36:723-733
Alhamdulillah, akhirnya saya diwisuda. Yap, 27 februari 2013 kemarin saya resmi diwisuda dan dianugrahi gelar SKH (Sarjana Kedokteran Hewan). Pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengcucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya dalam mencapai gelar ini yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Syukur kehadirat ALLAH SWT atas semua limpahan rahmatNya. Kepada kedua orang tua saya Bapak Sukemi, S.Pt dan Ibu Nurmarini. Kepada dosen pembimbing skripsi Dr. drh. Sri Estuningsih, MSi, APVet dan drh. Dewi Ratih Agungpriyono, Ph.D, APVet. Kepada saudara kandung saya Awaluddin Nurmiyanto, ST, M.Eng beserta kakak ipar saya Nurafni Aridhona, S.Psi dan tentunya keponakan saya Mikail Abidzar Al-Fayyaz. Kepada pembimbing akademik saya drh. Isdoni, M.Biomed. Kepada seluruh civitas akademika FKH IPB. Khusus kepada sahabat-sahabat saya Danang, Fakhri, Disa, Arni, Ines, Tami, Dara, Dian, kepada teman seperjuangan di kelompok Habbatus sauda Nisa, niken, dian, nova, dara, ines. Kepada my partner in crime Talitha Khairunisa, terima kasih sudah sabar menemani. Kepada teman-teman di HIMPRO Satli FKH IPB Pandu, Yoha, Feby, Rere, Ojan, Maya. Kepada semua kelurga di Boyolali, Bude Ti, Bude Muji, Mas Arif, Mas Wahyu, Dewi, Deo, Merlina, Tante Gati, Om Gono, Om Sugih. Seluruh keluarga di Riau Pak Bambang, Bu War, Paman Dal, Bulek Datin, Om Didik, Bulek Ana, Om Agus, Bulek Esih, Om Haris, Bulek Iin, semua sepupuku Maya, Dila, Tutut, Alvin, Keke, Cahyani. Kepada keluarga di Bekasi Pak Haryadi, Ibu Sri, Mas Lingga, Dik Dhira. Teman-teman di IMAKUSI BOGOR dan Asrama Kuansing Misep, Pras, Abrar, Iqbar, Disfa, Tari, Yufi, Bang Febri, Aji, Revi. Teman-teman Blogger IPB Miftah, Elka, Rizki Pradana, Mas Dayat, Adietya, Sentani, Feby. Dan kepada Mbak Lina, Mbak Opik, Mita. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga mendapat balasan dariNya.
Dan semoga saya bisa menjaga amanah ini, amin
Tanggal 26 januari sampai 1 februari 2013 lalu saya melakukan praktek lapang di kawasan peternakan sapi perah Kab. Bogor (Kunak). Kegiatan ini masih dalam rangkaian Program Pendidikan Dokter Hewan (PPDH) yang sedang saya ikuti. Banyak sekali hal menyenangkan yang saya temui selama seminggu di tempat ini selain kasus penyakit hewan yang bisa menambah pengetahuan saya. Yang paling berkesan adalah rasa kekeluargaan yang ditunjukkan oleh peternak yang menjadi pengasuh kami selama kegiatan ini. Setiap pagi kami diberi kesempatan untuk belajar memerah susu. Belajar memerah susu bukanlan hal yang murah. Sapi perah sangat sensitif, produksi susunya akan menurun ketika diperah oleh orang yang berpengalaman atau orang baru. Penurunan produksi bisa lebih dari 20%. Tetapi pengasuh kami mau memberikan kesempatan belajar memerah itu kepada saya dan teman-teman saya. Terima kasih buat pak Agus dan Pak Iman Hartono. Tidak hanya belajar memerah, setiap pagi kami juga disuguhi susu segar pandan gula merah yang sangat sedap. Hal seru yang lainnya adalah memburu senja. Topografi daerah kunak yang berbukit bukit menawarkan pemandangan yang luar biasa pada sore hari. Saya bisa melihat sunset dengan langit berwarna oranye. Dan biasanya ketika sore tiba saya dan teman-teman berangkat ke atas bukit untuk melihat lukisan alam yang indah ini. Sulit rasanya untuk melewatkan pemandangan seperti ini karena kami adalah pemburu senja. Saya akan sangat merindukan suasana di Kunak.

Anestesi epidural termasuk jenis anestesi regional. Anestesi epidural menghambat sensasi dan kontrol motorik daerah abdominal, pelvis, ekor, dan kaki belakang. Anestesi ini biasanya digunakan untuk laparotomi, amputasi ekor, urethrostomi, pembedahan cesar, pembedahan daerah pelvis, dan amputasi daeran kaki belakang. Anestesi epidural merupakan anestesi tambahan untuk anestesi umum. Teknik anestesi ini membutuhkan sedasi yang cukup agar hewan tidak terstimuli terhadap keadaan sekitar. Pada hewan kecil dilakukan antara tulang lumbar terakhir dan tulang sakral 1.
Gambar 1. Lokasi penyuntikan anestesi epidural pada hewan kecil
Tidak sulit untuk menemukan celah antara tulang lumbal terakhir dengan tulang sakral pertama. Cara yang mudah untuk menemukan celah ini adalah dengan menempelkan jari telunjuk dan jari manis pada tuber coxae dan jari tengah pada processus spinosus sakral pertama. Celah untuk menusukkan jarum terletak di depan jari tengah. Jarum yang digunakan biasanya no. 18. Beberapa literatur menyebutkan bisa juga digunakan jarum no 20 atau 22. Saat melakukan penusukan menggunakan jarum hewan harus diperhatikan tidak bergerak. Pergerakan hewan dapat menyebabkan posisi jarum berpindah atau robeknya pembuluh darah. Pembuluh darah yang robek akan menimbulkan hematom pada daerah tersebut. setelah dilakukan penusukan dengan menggunakan jarum, harus dipastikan tidak ada darah atau cairan serebrosipnal (CSF) yang masuk ke dalam jarum. Apabila terdapat darah atau CSF yang masuk maka jarum harus dicabut dan penusukan dilakukan kembali atau penyuntikan epidural dibatalkan.
Kontra indikasi dari penyuntikan epidural adalah koagulopathy dan sepsis. Hemoraghi bisa saja terjadi saat penusukan jarum epidural. Hemoraghi pada hewan yang mengalami koagulopathy beresiko meningkatkan tekanan terhadap medulla spinalis. Kemudian penusukan pada epidural juga membuka jalan bagi infeksi apabila tidak dilakukan dengan aseptis.
Beberapa agen anestesi bisa digunakan untuk melakukan anestesi epidural. Namun yang palin sering digunakan adalah adalah agen anestesi lokal yaitu lidocaine. Beberapa agen anestesi lain yang dapat digunakan adalah golongan opioid atau kombinsai dari golongan opioid dengan anestesi lokal. Dosis yang digunakan adalah 0,2 ml/ KG BB.
sumber bacaan
Torske KE, Dyson DH. 2000. Epidural analgesia and anesthesia. Veterinary Clinin of North America: Small animal Practice. Vol 30 (4) 859-874
Beberapa waktu lalu saya dimintai tolong oleh seorang rekan untuk memotret produk batik miliknya. Konsep yang dibuat adalah pasangan, kebetulan produk batik yang ditawarkan adalah baju batik pasangan. Foto yang diinginkan adalah foto yang menggambarkan kemesraan tanpa meninggalkan kesan syar’i (tanpa pegangan tangan). Lokasi pemotretan di kampus FKH IPB. Peralatan yang saya gunakan Canon EOS 60D dengan menggunakan lensa Tamron AF 70-300 mm. Kesulitannya adalah model yang masih belum terbiasa sehingga kadang posenya terkesan kaku. meskipun demikian saya cukup puas dengan hasil foto yang saya dapatkan. Berikut ini beberapa hasil fotonya.
Sabtu (1 Desember 2012) saya kembali berkesempatan untuk mengunjungi Gebyar Nusantara (Genus) 2012. Genus merupakan festival budaya terbesar di IPB. Saya sempat merekam beberapa moment saat malam pertunjukan. Selamat menikmati.

27 Okteber 2011
Saya yang belum setahun ngeblog ditanya “Pencapaian apa saja yang sudah kamu dapatkan dari Ngeblog?”. Saya diam. Jelas saja saya bingung mau menjawab apa. Saat itu saya masih berfikiran ngeblog hanyalah untuk kesengangan batin belaka. Tidak lebih. Menyenangkan bisa berbagi dengan banyak orang, bahkan dengan orang yang belum saya kenal. Berbeda dengan kuliah, saya mengawali kuliah dengan niat untuk mencetak prestasi, saya ngeblog nyaris tanpa target apapun. Makanya lantas saya tidak heran ketika saya kebingungan ditanya pencapaian apa yang telah saya dapatkan dengan ngeblog. Saya termasuk blogger yang malas menjadi bounty hunter dengan ikut kuis di sana-sini. Tidak sampai sepuluh kali saya ikut kuis blog. Tidak heran juga saya tidak pernah menang kuis blog.Pertanyaan tentang pencapaian apa yang sudah saya capai dari ngeblog masih menghantui saya. Akhirnya saya menjawab pertanyaan itu di blog saya. Ajaib, ternyata tulisan saya tentang pencapaian yang saya capai lewat blog diterbitkan dalam buku BERKAT NGEBLOG –sujud syukur-. Kejadian itu seakan memberi teguran, sekaligus semangat baru. Teguran bahwa pendapat saya jika ngeblog adalah untuk sendiri adalah salah. Ngeblog bukan hanya untuk saya sendiri. Internet adalah ruang publik. Siapapun bisa membaca blog saya.Oleh karena itu saya harus bertanggung jawab secara moral terhadap apa yang saya tulis. Yang kedua tentu ini semangat yang uar biasa bagi saya. Rekan-rekan di dunia blog memberi penghargaan lebih dari yang saya bayangkan.
27 Oktober 2012
Kali ini saya akan mantap menjawab pertanyaan yang setahun lalu membuat saya bingung. Saya akan menjawab bahwa pencapaian yang telah saya capai berkat ngeblog selama hampir dua tahun ini adalah “saya terlihat lebih pintar dari yang sebenarnya”. Bukan, saya ngeblog bukan untuk sebuah pencitraan. Tetapi tanpa disadari orang yang kenal saya lewat blog akan menilai saya dengan membaca tulisan saya. Saya sering menulis tentang bidang profesi saya yaitu bidang kedokteran hewan. Lebih khususnya lagi saya sering menulis tentang satwa liar. Sebagian orang yang kenal saya lewat blog mengira bahwa saya mengerti betul tentang satwa liar. Beberapa sampai ada yang mengirimkan email untk bertanya lebih lanjut tentang apa yang saya tulis. Kemudian saya juga sering mengunggah foto hasil jepretan kamera saya, dan sama, sampai ada yang mengirimi saya email untuk bertanya lebih lanjut tentang fotografi.
Ngeblog juga sudah memberikan kesempatan bagi saya untuk bertemu orang-orang yang luar biasa. Saya bertemu dengan banyak sekali orang yang kreatif dan inspiratif. Berkat ngeblog pula saya dipercaya menjadi Juri di IPB Blogging Competition 2012. Berkat Ngeblog saat ini saya sedang mengerjakan buku kedua saya –tunggu tanggal terbitnya ya-. Berkat ngeblog saat ini saya mengelola majalah digital tentang kesehatan satwaliar di satwaliar.org. Terakhir, harapan saya adalah bisa terus ngeblog dengan konsisten. Saya juga ingin memberikan penghargaanyang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan BloggerIPB Miftah, Adietya, Elka, Sentani, Danang. Kepada Rekan-rekan Komunitas ATD Sopy, Aisyah, Kak Dika, Tile. Kepada rekan-rekan BicaraDesa.com Syifa, Kukuh, Ume, Gress, dan Sisi. Dan semua yang telah memberikan dukungan kepada saya untuk terus ngeblog hingga internet hilang dari muka bumi. Selamat Hari Blogger Nasional !!