Pneumonia Granuloma


Pneumonia Granuloma akibat Histoplasma

Peradangan granuloma merupakan tipe khusus dari peradangan kronis. Radang garnulomatosa ditandai dengan berkumpulnya makrofag, sel epitel dan sel raksasa multinukleus. Sel raksasa multinukleus merupakan ciri utam dari sel granuloma. Sel raksasa merupakan sel yang paling dominan pada radang granuloma. Radang granuloma merupakan bentuk dari pertahanan tubuh terhadap agen penyebab granuloma yang persisten. Sel epitel, sel radang, dan terutama sel raksasa multinukleus akan membentuk dinding menutupi agen penyebab granuloma. Pembentukan dinding pada agen penyebab ini akan menyebabkan terbentuknya granul-granul yang terlihat secara makroskopis. Agen penyebab granuloma adalah sesuatu yang bersifat sukar larut, persisten, dan undegradable. Akan tetapi substansi yang mudah larut juga bisa menyebabkan radang granuloma apabila mampu berikatan dengan makromolekul dari dalam tubuh. Substansi yang sukar larut, persisten, dan undegradable dapat menyebabkan reaksi radang granuloma karena kemampuan dari substansi tersebut untuk menyebabkan immobilisasi makrofag. Peradangan granulomatosa sendiri dapat dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya sel epiteloid. Pada pemeriksaan secara histopatologi granuloma dibedakan menjadi tipe epiteloid dan tipe benda asing. Pada radang granuloma tipe benda asing sangat sulit atau mustahil ditemukan sel epiteloid. Akan tetapi pada kedua jenis radang ditemukan baik sel raksasa tipe benda asing maupun sel raksasa tipe langhan (William 1983). Sumber lain menyebutkan bahwa radang granuloma bisa juga terjadi karena defisiensi kemampun tubuh dalam memfagosit dan mendegradasi partikel yang bisa menyebabkan radang granuloma (Anonim 2013).

Beberapa penyebab radang granuloma pada paru-paru kucing antara lain parasit (Aelurostrongylus abstrusus), infeksi fungi (seperti Histoplasma spp. Cryptococcus spp.), infeksi bakteri seperti Mycobacterium spp.Rhodococcus spp., benda asing juga dapat menyebabkan pneumonia granuloma, selain itu FIP (Feline Infectious Peritonitis) juga dapat menyebabkan pneumonia granuloma pada kucing (Anonim 2 2013). Pneumonia granuloma dapat terjadi baik melalui rute hematogenus ataupun rute aerogenus. Penyakit pneumonia granulomatosa yang disebabkan oleh agen infeksius bisa berlanjut ke organ-organ lain di dalam tubuh (Carlton 1995).

Anonim. 2013. granulomatous inflammation. [terhubung berkala: 21 Maret 2013] http://www.gpnotebook.co.uk/simplepage.cfm?ID=-1845100486

Anonim 2. 2013. Granulomatous pneumonia. [terhubung berkala: 21 Maret 2013] http://vetbook.org/wiki/cat/index.php/Granulomatous_pneumonia

Carlton WW, McGavin MD. 1995. Thomson’s Special Veterinary Pathology. Missouri: Mosby

Williams G T, W Jones. 1983. Granulomatous inflammation- a review. J Clin Pathol 1983;36:723-733

Advertisements

Kucing yang “Malang”


Beberapa hari lalu tepatnya hari ke dua bulan ramadhan saya menemukan kucing malang di depan rumah saya. Saya sebut kucing malang karena kaki belakang-kiri kucing tersebut diikat menggunakan karet gelang. Ikatannya cukup ketat sehingga darah tidak bisa mengalir. Sewaktu saya temukan kucing tersebut sedang berbaring. Sepertinya kucing tersebut sudah kesulitan berjalan. Beruntung sewaktu saya temukan belum terjadi kerusakan jaringan yang parah pada kaki kucing tersebut. Belum terlihat adanya tanda-tanda kebiruan yang menunjukkan jaringan tersebut kekurangan oksigen.

Setelah saya lepaskan ikatan karet gelangnya, darah tidak langsung mengalir. Kaki kucing masih bengkak tetapi kucing langsung mau berjalan meski agak pincang. Saya tidak bisa membayangkan jika kejadian ini berlangsung lama. Sudah bisa dipastikan jaringan kaki tersebut akan mengalami nekrosa dan kucing tersebut akan pincang selamanya.

Semoga pelaku yang mengikat kaki kucing tersebut menyadarinya dan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.