Kegagalan adalah Keberhasilan yang Terunda


Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda

Pepatah tersebut sangat cocok untuk keadaan yang sekarang. Setelah hampir satu tahun delapan bulan menyatakan hobi saya di bidang fotografi belum satu prestasi pun yang saya dapatkan di bidang fotografi. Sudah cukup banyak lomba yang saya ikuti dan semuanya berujung dengan kegagalan. Tak apa bagi saya karena lomba fotografi selalu memberikan pengalaman baru dan wawasan baru. Hingga saya merasa hampir berhasil pada lomba fotografi Tapak Baduy 2012 yang diadakan oleh lawalata IPB. Tepatnya lomba tersebut dibatalkan karena pesertanya terlalu sedikit. Kabar baiknya saya mendapat bingkisan apresiasi karena telah mengikuti lomba tersebut. Ini menjadi hadiah kedua yang saya dapat dari foto, sebelumnya saya mendapat hadiah dari mama olive dan Ibu Fauzan setelah menang kontes foto blog. Semoga apresiasi ini menjadi pemicu semangat saya untuk tetap berkarya di bidang fotografi. Amiiiiin.

HARI IBU: Perempuan Juga Bisa


perempuan dan aktivitas

Camera Person Wanita

Foto ini diambil pada acara yang diadakan di IICC bogor pada beberapa minggu yang lalu. Ini pertama kalinya saya melihat secara langsung seorang camera person wanita, biasanya pekerjaan ini dilakukan oleh pria. Sebagai informasi, berat sebuah kamera profesional bisa mencapai 3 kg, dan itu belum termasuk peralatan lain seperi tripod, microphone dan lain-lain. Pada suatu kondisi tertentu seorang camera person  harus memanggul kamera tersebut untuk mengambil angle gambar terbaik.

 Potret ini di ikut sertakan dalam Kontes Perempuan dan Aktivitas yang di  selenggarakan  oleh Ibu Fauzan dan  Mama Olive

Hunting Foto Di Cijeruk


“Sesuatu itu adalah hunting foto tapi lupa gak bawa memory card”

Sabtu, 29 Oktober 2011 saya dan teman saya hunting foto di daerah cijeruk, bogor. Tujuannya sih karena teman saya akan mengikuti lomba fotografi. Saya sendiri cuma menemani sambil menambah stock foto saya. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam dengan sepeda motor akhirnya saya sampai di lokasi. Tempat yang saya datangi untuk hunting adalah derah persawahan. Topografi tanahnya miring, jadi banyak sekali lereng dengan susunan teras sering sawah.

Saya sampai dilokasi sekitar pukul 14:00 jadi matahari masih terik. Sambil menunggu agar terik matahari berkurang kami meminta izin kepada penduduk sekitar sambil berkeliling areal persawahan untuk mencari spot  yang pas untuk mengambil foto. Pukul 15:00 matahari sudah mulai bersahabat. Saya memutuskan untuk mengambil gambar anak-anak yang sedang bermain layang-layang. Nah,  saat itulah saya tersadar ternyata saya lupa membawa kartu memori saya. Walah ini namanya bunuh diri –lebay sih- hunting foto tapi ga bawa memry card. “Sesuatu” banget yah –ala syahrini-. Akhirnya saya harus berulang kali menghapus foto. Saya hanya mengandalkan memori internal kamera saya. Tidak hanya itu, saya juga menurunkan resolusi foto saya agar bisa memuat foto lebih banyak. Ini pelajaran bagi saya dan anda yang akan melaksanakan hunting. Selalu periksa peralatan foto anda, mulai dari hal yang kecil jangan sampai ada yang tertinggal, kecuali anda ingin merasakan pengalaman seperti saya hihi Smile with tongue out.

Continue reading

Beda Selera, Beda Rezeki


Hem…. ternyata setelah saya membuka file tahun 2010 saya bertemu dengan foto ini. Foto ini saya ambil di depan kampus saya, saat itu sore hari ketika pulang sekolah. Sebenarnya kejadian seperti ini sering terjadi, tetap saya ingin sesuatu yang berbeda. Saya menunggu saat salah satu dari penjual bakso atau siomay dikerubuti penjual dan yang lain tidak, maka jadilah foto ini.

Memotret memerlukan kejelian kita dalam memandang suatu objek, begitu kata para fotografer handal. Mungkin setiap hari kita melewati objek yang sama, tetapi mata masing-masing fotgrafer akan melihat sesuatu yang berbeda, seperti yang terlihat dari foto ini. Salam! (Agung Sudomo)