Main Air dan makan Buah Tampoi di Air Terjun Guruh Gemurai


Air Terjun Guruh Gemurai

Kali ini saya bersama keluarga berkesempatan untuk wisata ke Air terjun Guruh Gemurai di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi sekitar 59 km dari Kota Taluk Kuantan. Sebelumnya kami berencana untuk mengisi long weekend libur natal ke Danau singkarak yang terletak di Provinsi Sumbar, akan tetapi kami mengurngkan niat karena jarak yang lumayan jauh. Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Air Terjun Guruh Gemurai, itung-itung memajukan potensi wisata lokal *tsaaah. Dan ternyata wisata lokal juga tidak kalah lho dibandingkan dengan wisata yang ada di daerah lain. Air Terjun Guruh Gemurai sendiri adalah sebuah air terjun alami yang terletak di tengah hutan. Suasananya masih sangat asri. Airnya jernih dan dingin, kebtulan bulan desember curah hujan sangat tinggi. Wisata ke Air Terjun Guruh Gemurai memiliki keasyikan tersendirI karena untuk mencapai air terjun kita harus mnuruni tangga yang lumayan panjang dan terjal. Tapi tenang saja, pihak pengelola sudah membuat tangga permanen yang saya rasa cukup aman untuk dilewati.

P_20151227_135953

Daaan menurut saya menuruni tangga menuju ke air terjun lebih menantang dibanding perjalanan pulang hehe. Bahkan ada tangga yang kemiringannya hampir 90 derajat. tapi itu semua akan terbayar dengan keindahan air terjun dan kesegaran airnya. Saya tidak tahan untuk mencoba mandi di air terjun hehe

P_20151227_140458

P_20151227_142157

  Disekitar lokasi wisata juga banyak masyarakat yang berjualan, dan mereka banyak menjula buah Tampoi, saya sendiri kurang tau apa itu buah tampoi, kalau menurut saya rasa dan bentuknya seperti manggis hehe.

Buah TampoiPotensi wisata lokal seperti Air Terjun Guruh Gemurai ini harus kita dukung dan lestarikan karena sektor pariwisata adalah sektor yang paling murah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Secara umum pengelola air terjun sudah berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik untuk para pengunjung. Hanya saja diperlukan eberapa perbaikan di beberapa sektor. Yang paling mencolok menurut saya adalah masalah sampah. Masalah klise memang, tapi itulah fakta dari wajah pariwisata indonesia. Apalagi di air terjun yang memang topografinya sangat beragam sehingga susah untuk menempatkan kantung kantung sampah. Kemudain fasilitas umum seperti kamar mandi yang tidak terpelihara dengan baik. Saya sebagai pengunjung dan warga Kuantan Singingi tentunya sangat berharap bahwa wisata lokal seperti ii bisa terus diperbaiki sehingga menjadi kebanggan Masyarakat Kuantan SIngingi.

 

 

 

 

 

Setelah Tujuh Tahun


Pacu Jalur

2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013 adalah tahun dimana saya melewatkan gelaran Pacu Jalur di kampung halaman saya yaitu di Kuantan Singingi. Tepat tujuh tahun yaitu tahun 2014 akhirnya saya berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung gelaran Pacu Jalur. Kebayang kan gimana rasanya ketemu sama seseorang yang sangat kita kenal kemudian berpisah selama tujuh tahun dan akhirnya ketemu lagi, ya seperti itulah yang saya alami ketika kembali menyaksikan Pacu Jalur (-maaf ya bahasanya agak lebay hihi-). Tapi jujur saya memang merasa nervous juga haha. Selama ini saya hanya mendengar kabar bahwa event nasional kebanggan Kuantan Singingi ini sudah berubah menjadi lebih meriah dibandingkan tujuh tahun yang lalu. Yang ada dalam benak saya apa iya menjadi jauh lebih meriah? Kalau memang lebih meriah, semeriah apa sih gelarannya sekarang? dan berbagai pertanyaai skeptis lainnya. Ditambah lagi kali ini saya datang ke gelaran Pacu Jalur dengan status yang berbeda, saya sejak tahun 2011 telah menasbihkan diri saya sebagai enthusiast photographer (– aiiiih mateeee hahahaha-) Smile with tongue out Smile with tongue out Smile with tongue out. Jadi kali ini saya datang ke Pacu Jalur dengan sebuah misi mulia yaitu ingin mendokumentasikan Pacu Jalur dengan cara saya sendiri.

Pacu Jalur

Pacu Jalur

Persiapan sudah saya lakukan, tetapi tetap saja saat hari –H semuanya jadi agak berantakan. Berantakan yang pertama adalah saya terjebak macet hehe. Iya macet, kota Taluk Kuantan menjadi lautan manusia. Mobil saya sudah tidak bisa bergerak, semua parkiran penuh dan beberapa ruas jalan ditutup. Jangankan mengunakan mobil, berjalan kaki saja sudah sulit. Berantakan yang kedua adalah lensa tele saya yang mulai berulah. Setelah satu tahun saya beli, lensa tele murah meriah unyu-unyu Smile with tongue out si Tamron AF (70-300 mm) 1:4-5.6 sering tidak matching dengan Canon 60D saya Sad smile. Berkali-kali pesan “Err 01” muncul di layar kamera saya, rasanya saya pengen ganti lensa saya dengan lensa tele Canon seri L, tapi apalah daya hahaha. Singkat cerita saya hampir gagal (-jika tak mau disebut gagal total-) mendokumentasikan Pacu Jalur.

Pacu Jalur

pacu jalur

Tapi terlepas dari ke-rempong-an saya dan ke-berantakan-an saya saya puaaaas.Kangen selama tujuh tahun tuntas sudah. Pacu Jalur memang sudah banyak bersolek selama tujug tahun terakhir. Applause buat semua stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan Pacu Jalur. Gadis kecil bernama Pacu Jalur yang saya kenal tujuh tahun lalu saya kenal sekarang sudah semakin matang dan semakin elok parasnya. Jujur sebagi masyarakat Kuantan Singingi saya bangga dengan Pacu Jalur yang terus membaik. pengunjung yang semakin ramai. Sekarang impian untuk menjadikan Pacu Jalur sebagai event internasional rsanya bukan hal yang mustahil dalam kurun waktu 20 atau 30 tahun lagi. Tapi tentunya hal itu tidak mudah. Satu pertanyaan yang harus kita renungkan bersama adalah adakah katu yang bisa kita buat menjadi jalur pada 20 atau 30 tahun mendatang?

yah, walaupun saya tidak sukses mendokumentasikan pacu jalur, mungkin memang pacu jalur tidak perlu didokumentasikan karena memang sudah terpatri dalam ingatan saya Smile

Pacu Jalur

Pacu Jalur

Pacu Jalur

Pacu Jalur

Pacu Jalur

Sapu Unik


Sapu yang satu ini benar-benar unik dan baru saya temui di kampung halaman saya yaitu di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Sapu yang biasanya dibuat dari lidi kali ini dibuat dengan menggunakan palstik. Awlnya saya tidak mengira bahwa benda tersebut adalah sapu. Sampai akhirnya mama saya meminta tolong kepada saya untuk menyapu halaman. Sewaktu saya menanyakan dimana letak sapu saya malah disodori benda aneh tersebut. Bentuknya seperti yang dibawah ini. Cara memakainya cukup digaruk-garukkan. Menurut mama saya keunggulan dari sapu ini adalah awet. Bagaimana dengan anda? apakah sudah pernah menemui sapu sperti ini?

Firework (takbiran 2011)


Alhamdulilah….

Idul Fitri tahun ini saya berkesempatan untuk mengunjungi kampung halaman saya di Kabupaten Kuantan Singingi Prop. Riau. Kurang lebih tiga tahun saya sudah tidak pulang ke kampung halaman saya tercinta. Saya juga beruntung karena berkesempatan untuk mengikuti festival takbir yang diadakan di desa saya. Banyak momen yang berhasil saya abadikan, walaupun banyak juga foto yang saya hapus karena kurang memuaskan. Dan yang paling menarik menurut saya adalah acara pertunjukan kembang api.

Continue reading