Sunset Di Kuala Cenaku


sunset di kuala cenaku

Sunset Di Kuala Cenaku

Udah lama banget sih ga bikin postingan di blog. Maklum lah sekarang udah jadi employer *asek asek joss* jadi udah sibuk gitu . Iya, sekarang saya sudah mengabdi di salah satu Kantor di Pemda Indragiri Hulu (Ceritanya biar sedikit misterius). Kerjaannya sih ga jauh-jauh dari kandang, namanya juga dokter hewan. Pasiennya tinggal di kandang, jadi ya dokternya ikut ke kandang haha. Ga usah nanya seru apa enggaknya, sekarang saya mau cerita tentang keindahan alam di tempat saya bekerja. Tempat saya bekerja adalah Kecamatan Rengat & Kecamatan Kuala Cenaku, masuk ke dalam wilayah kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Nama Indragiri sendiri adalah nama sungai yang mengalir di kabupaten ini. Sungainya lebar, perkiraan saya ada yang lebarnya mencapai 100 m lebih. Trasnportasi sungai masih menjadi andalan di beberapa daerah di Kecamatan Kuala Cenaku. Terutama untuk daerah yang letaknya di seberang sungai. Walaupun peran transportasi sungai mulai tergantikan dengan transportasi darat namun untuk mencapai seberang sungai masih harus menggunakan perahu penyeberangan atau yang disebut “Pompong”. Perahu kayu dengan tenaga mesin diesel. di Kecamatan Kuala Cenaku ada beberapa titik penyeberangan. Yang akan saya tampilkan fotonya adalah keindahan di sekitar titik penyeberangan yang sering saya lewati. Berikut ini fotonya, selamat menikmati, salam dari KUala Cenaku.

IMG_7650

 

IMG_7651

Blusukan ala Fotografer


Istilah “blusukan” yang dipopulerkan Pak Jokowi akhir-akhir ini memang sedang booming. Para pejabat beramai-ramai melakukan gerilya politik untuk merebut simpati rakyat. Nah, ternyata tidak hanya pejabat loh yang blusukan, tetapi juga fotografer hehe. Tujuannya juga bukan untuk merebut simpati rakyat tapi untuk hunting foto khususnya street hunting. Nah, 20 oktober 2013 lalu saya mengikuti acara Jakarta Street Hunting 2013 yang diadakan oleh komunitas fotografer.net . Acara hunting foto bareng ini diadakan di kawasan kota tua dan Kampung Bandan. Kawasan kampung Bandan didominasi oleh pemukiman padat sehingga saya lebih suka menyebut acara hunting bareng ini sebagai blusukan ala fotografer. Banyak sekali objek yang menarik untuk difoto. Selain itu kegiatan ini juga menambah wawasan baru bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum sejahtera. Melakukan street hunting memang bisa menjadi pembelajaran tentang bagaimana kehidupan orang di kawasan tersebut. Hal ini akan menambah kepekaan sosial kita.

Street hunting tidak hanya memerlukan teknik fotografi yang baik, tetapi juga teknik berkomunikasi dengan objek yang kita. Saat melakukan street hunting kita harus tetap menjaga sopan santun dan privasi orang yang kita foto. Saya sendiri baru kali ini mengikuti acara street hunting semacam ini, alhasil saya masih kagok, tapi sungguh merupakan pengalamn yang luar biasa yang saya dapatkan dari acara ini. Jaya terus fotografer. net dan salam jepret!

IMG_3197

IMG_3222

IMG_3240

IMG_3214

Melek Fashion


IMG_2685

ini gaya saya kalau lagi motoin orang (permisi ya mau numpang narsis)

Saya udah pernah cerita belum sih? Cerita kalau saya hobi fotoin orang dan orang lain hobi minta tolong fotoin ke saya haha. Pasti udah pernah kan ya. Jadi begini, menjadi tukang foto atau fotografer memaksa saya untuk mau tidak mau, suka tidak suka untuk melek fashion. Bukan, bukan saya lantas jadi metroseksual tapi saya memang harus melek fashion, baik fashion pria atau wanita. Lah, itu kan kalau fotografer model, saya kan fotografer makro, saya fotografer landscape, saya fotografer ga jelas *eh. Memang benar, kita bebas memilih genre dalam fotografi tetapi siapa yang bisa menolak ketika kita sedang berkalung kamera dan ada tean yang minta foto.Kalau tidak mau dibilang sombong ya kita harus memotret mereka. Dan jangan salah, terutama kaum hawa mereka akan memaksa kita untuk bisa membuat mereka terlihat cantik padahal aslinya mereka cantik juga hahaha. Jadi begitulah, tapi tidak seburuk itu lho. Pengalaman saya hobi fotografi adalah hobi yang mahal. Alatnya mahal, mau hunting foto butuh biaya. Nah, justru fotografi model lah cara mendapatkan duit paling gampang dari fotografi. Tidak perlu teknik yang muluk dan ribet untuk menjadi fotografer model, asalkan ada kemauan belajar pasti bisa.

Namanya juga fotografer amatir, belum punya asisten yang bisa disuruh-suruh *eh. Saya merangkap mulai dari pengarah gaya, fotografer, dan fashion stylist untung saya cowok jadi tidak langsung merangkap make up. Ya, ini adalah problem yang saya hadapi, tetapi memaksa saya menjadi kreatif. Saya mulai cari tahu tentang pose yang bagus untuk pria, pose untuk wanita. Mulai mencari referensi foto pemotretan model. Dan tentu saja saya harus tau fashion. Dengan kata lain setidaknya saya harus update dengan fashion terkini. Biasanya saya mencari inspirasi di pinterest. Di sana banyak sekali referensi fashion yang menurut saya unik dan bagus. Pose dan tema pemotretan juga banyak dan masih jarang ditemui. Gampang kan? “iya gampang, tapi cari baju kayak gitu dimana?” protes salah satu customer saya. Giliran saya yang kelabakan haha. Ternyata meek fashion masih belum cukup ya. saya juga harus tau dimana bisa mendapatkan barang seperti itu. Percuma kalau saya bisa memberikan saran tapi sarannya tidak reliabel, PHP (pemberi harapan palsuu haha). Tapi sekarang saya tidak bingung, karena ada mbah Google. Ada banyak online shop silahkan pilih. “Emang aman? Harganya? Ribet ah” protes customer yang lain . Okeeeee saya mati saja deh haha, ini customer banyak banget maunya, padahal mau saya cuma satu “duit” haha. Tapi tenang, saran saya sih ke zalora saja, sudah terbukti aman dan koleksinya lengkap. Jika setelah ini customer saya protes lagi “gara-gara kamu suruh ke zalora saya jadi ketaghan belanjaaaa” enaknya sih customer seperti ini dibuang aja ke pegunungan himalaya haha

Lelawa Batik


IMG_3972

Beberapa waktu lalu saya dimintai tolong oleh seorang rekan untuk memotret produk batik miliknya. Konsep yang dibuat adalah pasangan, kebetulan produk batik yang ditawarkan adalah baju batik pasangan. Foto yang diinginkan adalah foto yang menggambarkan kemesraan tanpa meninggalkan kesan syar’i (tanpa pegangan tangan). Lokasi pemotretan di kampus FKH IPB. Peralatan yang saya gunakan Canon EOS 60D dengan menggunakan lensa Tamron AF 70-300 mm. Kesulitannya adalah model yang masih belum terbiasa sehingga kadang posenya terkesan kaku. meskipun demikian saya cukup puas dengan hasil foto yang saya dapatkan. Berikut ini beberapa hasil fotonya.

IMG_3999

IMG_4006

IMG_4039

Creative Filter pada EOS 60D


DSLR Canon EOS 60D mempunyai fotur creative filter yang memungkinkan  kita mengedit langsung foto hasil jepretan kita di kamera. Adanya fitur ini cukup memuaskan saya, saya bisa memilih efek Grainy Black and White, Miniature, Soft Focus, dan Toy Camera. Berikut beberapa foto yang saya edit menggunakan creative filter pada Canon EOS 60D

Miniatur Effect Canon EOS 60D

Creative filter Miniatur Effect

IMG_2613

Creative Filter Toy Camera

IMG_9085

Creative Filter Grainy BW

IMG_7078

Creative Filter Soft Focus

Model with Canon EF 50 mm f 1.8 II


Meski bukan pertama kalinya saya bereksperimen memotret model, tetapi pemotretan ini jadi pemotretan yang sedikit kontoversial. Kontroversialnya pemotretan ini tak lepas dari model yang saya potret. Dia adalah junior saya di kampus. Nah, seperti biasanya, tradisi di kampus saya setiap kali ada senior dekat dengan juniornya maka akan langsung digosipin. Gosip mengenai hal yang dianggap tabu menjadi layak dibicarakan, ups.

Kembali ke masalah pemotretan. Kali ini saya mendapat pinjaman lensa fix 50 mm dari teman saya. Lensa termurah dari jajaran lensa canon ini memang cukup powerfull. Dengan diafragma hingga 1.8 ini memang bisa menghasilkan bokeh yang bagus. Setidaknya dibandingkan dengan harganya yang hanya sekitar 900 ribuan, lensa ini sudah sangat bagus untuk memotret model. Apalagi saat saya melakukan pemotretan cuaca cukup cerah sehingga tidak ada masalah dengan kekurangan cahaya. Kamera saya atur ke mode AV dan diafragma saya atur ke f5. Saya cukup puas dengan hasil yang saya dapat. Ketika saya diskusikan dengan nindi (junior yang jadi model saya) dia juga mengaku puas.

Hasil foto yang saya dapat kemudian saya edit menggunakan Lightroom dan photoshop. Dan, taraaaaa….  saran dan kritik untuk pemotretan ini saya tunggu.

Continue reading

Trial and Error Levitation Photo


Cerita berawal dari tantangan junior saya di satli saat acara pelantikan “kak, bisa bikin foto levitasi ga?”. Awalnya saya bingung, saya baru dengar foto levitasi dari dia. Dia juga merekomendasikan yowayowacamera.com. Setelah saya kunjungi situs tersebut saya hanya bisa bengong sejenak. Foto-foto di dalam situs tersebut luar biasa. Pemiliknya seorang cewek berkebangsaan jepang. Situs tersebut dia dedikasikan untuk mendokumentasikan foto-foto levitasi yang dia buat di negaranya yaitu jepang.

Setelah gugling kesana kemari akhirnya ada beberapa tutorial yang saya dapat. Kesimpulan sementara yang saya dapat teknik ini membutuhkan speed yang tinggi. Prinsipnya sama persis dengan teknik freeze. Kebetulan saya sudah beberapa kali membuat foto freeze. Yang membedakan foto levitasi dengan foto freeze biasa menurut saya terletak pada konsepnya. Foto levitasi memperlihatkan bahwa objek dalam foto benar-benar bisa terbang, dalam artian tidak melompat. Ekspresi, dan gestur tubuh, bahkan pakaian yang digunakan sebisa mungkin harus bisa menghilangkan kesan bahwa objek sedang melompat.

Kesulitan yang saya temui saat mencoba teknik ini tidak terletak pada teknik. Kesulitannya terletak pada model. Mode yang kita foto harus mampu melompat tetapi terlihat seperti terbang. Hal ini saya alami sendiri ketika saya mencoba menjadi model untuk foto levitasi, hanya satu yang berhasil, itupun tak luput dari kesalahan, koran yang saya pegang terlihat tidak natural. Untuk teknik pengambilan foto saya menggunakan mode TV dan speed saya atur dari 1/200 hingga 1/400. Untuk kecepatan focusing saya menggunakan mode servo. Diafragma sengaja saya atur menjadi kecil untuk menghindari kesalahan blur pada objek apabila terjadi kesalahan fokus. Mengenai diafragma menurut saya bisa diatur tergantung selera dan kebutuhan sang fotografer.

Continue reading

Belajar Panning Photography


Dalam fotografi dikenal suatu teknik yang disebut panning. Teknik ini biasanya digunakan untuk memotret kendaraan yang sedang bergerak. Obyeknya bisa berupa mobil balap, atau sekedar speda motor yang sedang melaju. Pada beberapa foto malahan saya pernah melihat teknik ini digunakan untuk memotret satwa yang sedang bergerak dan hasilnya sangat luar biasa. Foto yang diambil dengan teknik panning akan terlihat dinamis. Nuansa kecepatan akan sangat terlihat. Tekning panning memang dikhususkan untuk merekam efek kecepatan suatu benda yang sedang bergarak dari satu sisi ke sisi lain.

Continue reading