Terkurung Gunung Seribu (Ketep Pass)


Rasanya ungkapan “terkurung gunung seribu” seperti pada lirik lagu Bengawan Solo juga cocok untuk menggambarkan Bukit Ketep. Bukit ketep adalah salah satu titik untuk mengamati gunung merapi. Liburan tahun Natal dan tahun Baru (2011) lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi tempat wisata ini. Dan saya memberi nilai delapan untuk tempat ini. Secara pemandangan tempat ini menurut saya luar biasa. Seakan mata saya tidak bosan-bosan untuk memandangi gunung-gunung yang terlihat dari sekitar bukit ketep.Bukit ketep terletak diantara dua gunung yaitu Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Dari bukit ini kita bisa melihat beberapa gunung, total ada tujuh gunung, antara lain Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Telomoyo, Gunung Bibi dan ada satu gunung lagi yang saya tidak ingat namanya. Obyek wisata ini terletak 1200 mdpl. Udaranya sangat nyaman dan jauh dari polusi. Fasilitas yang tersedia di tempat ini pun bisa dikatakan baik, terdapat musem vulkanologi dan beberapa gardu pandang. Tempat ini wajib dikunjungi jika kita ingin berwisata di daerah jogja atau jawa tengah.

Continue reading

Advertisements

Green Photographer (IPB Green Living Movement)


Sebelum saya mengikuti workshop fotografi & photo competition pada acara IPB Green Living Movement 11 juni 2011 lalu saya juga bingung sebenarnya apa yang dimaksud dengan Green Photographer. Apakah seorang fotografer yang selalu menggunakan baju hijau? atau seorang superhero seperti Hulk yang memiliki hobi fotografi?. Sampai akhirnya saya mendapatkan jawaban bahwa green fotografer adalah seorang fotografer yang menampilkan foto tentang gaya hidup hijau. Mas Heru seorang wartawan KOMPAS yang menjadi pembicara menjelaskan bahwa foto yang dipajang dalam suatu media massa akan dibaca oleh ribuan bahkan jutaan orang. Dengan jumlah pembaca yang demikian maka foto tersebut akan mempengaruhi pemikiran masyarakat. Apalgi kita juga mengenal istilah bahwa satu foto bisa bercerita lebih seribu kata-kata.

Acara yang dikemas dalam suasana santai ini menurut saya sangat menarik. Acara ini mengupas bagaimana menjadi seorang green fotografer. Mas Heru lebih banyak bercerita tentang bagaimana kita membangun visi dalam setiap foto yang kita tampilkan. Visi dalam sebuah foto merupakan sesuatu yang penting, dalam arti dengan visi tertentu kita akan menonjolkan sesuatu dari foto yang kita ambil.

Ketika ditanya tentang teknik beliau malah tertawa, “banyak yang sering bertanya kepada saya kamera apa yang bagus, saya tanya balik ke dia, budget kamu berapa? kemudian saya kasih model kamera yang sesuai dengan budgetnya” katanya sambil tertawa. Menurutnya tidak ada teknik khusus dalam mengambil foto tentang lingkungan hidup. Kembali beliau menekankan pentingnya visi yang kita miliki ketika kita hendak mengambil foto. Menurutnya kata-kata “man behind camera” memang terbukti benar pada pengambilan foto tentang lingkungan hidup.

Acara ini benar-benar menginspirasi saya. Saya mulai berandai-andai tentang green blogger, atau profesi-profesi lain yang berwawasan lingkungan. Karena Bumi kita cuma satu, jadi jika bukan kita siapa lagi yang akan menjaga bumi ini? Ingat, kita tidak mewariskan alam ini kepada anak cucu kita, tetapi kita meminjamnya dari mereka.

Salam! (Agung Sudomo) Continue reading