Pak Dokter Hewan


“Pak Dokter Hewan”

Begitu mereka memanggil saya. Sebenarnya saat ini saya belum menjadi seorang dokter hewan. Saya beru menempuh smester akhir (saya malu menyebut smester 9 hihi Smile with tongue out) di Fakultas Kedokteran Hewan. Masih banyak yang harus saya tempuh untuk menjadi seorang dokter hewan. Setelah saya menempuh jenjang s1 saya, saya harus mengikuti ko asisten selam kurang lebih 1,5 tahun hingga akhirnya saya disumpah menjadi dokter hewan. Lalu siapakah mereka yang memanggil saya dengan sebutan dokter hewan?. Mereka adalah warga desa Sukasirna Kec. Jonggol Kab. Bogor. Mereka memanggil saya dengan sebutan dokter hewan ketika saya ditugaskan menjadi petugas pemeriksa hewan kurban tahun 1432 H.

Continue reading

Cara Merobohkan Sapi di Hari Raya Idul Adha


Cara merobohkan hewan merupakan salah satu point yang harus diperhatikan dalam proses penyembelihan hewan. Pasti anda masih ingat berita tentang penyetopan ekspor sapi hidup dari Australia ke Indonesia oleh pemerintah Australia. Penyebab penyetopan itu karena ada rumah potong di Indonesia yang menyembelih sapi tidak dengan prinsip animal welfare (kesejahteraan hewan). Ternyata yang tidak dianggap memenuhi prinsip animal welfare adalah cara merobohkan sapi. Hal ini menjadi menarik karena sebentar lagi umat islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha.

Masih Banyak yang Belum Tahu

Merobohkan sapi memang bukan hal mudah. Apalagi jika sapi yang harus dirobohkan adalah sapi jantan (bull) yang berukuran besar. Ada banyak teknik yang bisa digunakan untuk merobohkan sapi. Namun pada umumnya masyarakat belum banyak mengetahui teknik ini. Bisa kita lihat saat penyelenggaraan ibadah kurban. Kebanyakan cara yang digunakan untuk merobohkan sapi adalah dengan mengikat keempat kaki sapi menjadi satu di tengah dan mengikat kepala sapi pada satu tonggak yang kuat kemudian tali pada kaki tersebut ditarik hingga sapi tersebut rebah. Dapat anda bayangkan apabila kita mengunakan cara ini sapi akan terbanting dengan keras. Bisa saja sapi mengalami cedera sebelum disembelih. Cara seperti inilah yang tidak sesuai dengan prinsip animal welfare.

Teknik sederhana yang bisa anda gunakan untuk merobohkan sapi dapat dilihat pada gambar berikut

Anda cukup melilitkan tali pada badan sapi seperti pada gambar di atas. Satu orang bertugas memgangi kepala sapi untuk mencegah kepala sapi tertekuk saat jatuh. Kemudian anda harus menarik ujung tali ke arah belakang maka sapi akan terduduk dan akan tebaring dengan perlahan. Untuk melakukan teknik ini tidak diperlukan tenaga yang besar, hanya saja anda harus yakin. Apabila sapi sudah terbaring jangan kendurkan tali, apabila tali kembali kendur maka sapi bisa bangkit kembali, , anda harus menahan pada posisi awal anda seperti pada saat menarik ujung tali.

Untuk lebih jelasnya anda bisa melihat contoh video dibawah ini.

Video cara merobohkan sapi

Jika masih bingung silahkan melihat video dari Dinas Pertanian Kota Tangerang dibawah ini

Berkurbanlah dengan Yang Terbaik

Saya tidak akan bosan menyampaikan ini. Kurban adalah salah satu bentuk ibadah, maka dari itu lakuakn lah dengan sebaik mungkin. Diawali dengan niat yang tulus, menggunakan hewan yang terbaik, dan terakhir dilaksanakan dengan cara yang terbaik.

Sumber:

Kompas

Youtube

UNDIP

 

Pastikan Daging Kurban yang Anda Terima ASUH (Aman Sehat Utuh dan Halal)


Tidak lama lagi umat islam akan merayakan hari raya Idul Adha atau yang juga dikenal dengan hari raya Idul Qurban. Pada hari raya ini umat muslim akan melaksanakan ibadah Kurban. Perlu anda ketahui bahwa daging kurban memberikan kontribusi yang luar biasa pada tingkat konsumsi daging masyarakat Indonesia. Saat ini tingkat konsumsi daging di Indonesia memang masih tertinggal dibandingkan negara lain seperti Malaysia. Hal ini dikarenakan harga daging yang masih tinggi. Dengan adanya daging kurban yang dibagikan setiap tahunnya akan meningkatkan konsumsi daging masyarakat Indonesia.

Selain tata cara ibadah yang benar saat ini yang perlu kita perhatikan adalah kesehatan daging yang akan dibagikan kepada masyarakat luas. Seperti dalam tuntunan ibadah kurban kita dianjurkan untuk memberikan ternak yang terbaik untuk dikurbankan. Pemerintah sendiri sudah menetapkan kriteria daging yang sehat yaitu ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Aman berarti daging tersebut aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.Dalam daging tersebut tidak mengandung bahan berbahaya atau beracun yang dapat membahayakan kesehatan. Bahan berbahaya termasuk residu obat yang terdapat pada hewan.

Sehat berarti hewan yang disembelih merupakan hewan yang sehat, sehingga tidak ada kekhawatiran akan ada penularan penyakit dari hewan ke masyarakat melalui daging kurban. Banyak sekali penyakit dari hewan yang dapat menular kepada manusia. Dan seringkali penyakit ini tidak menimbulkan gejala klinis pada hewan namun memberikan efek yang fatal pada manusia.

Utuh berarti daging kurban tersebut tidak dicampur dengan daging jenis lain atau dengan kata lain dioplos. Jelas perbuatan seperti ini tidak akan mendapatkan pahala dari ibadah kurban itu sendiri.

Halal yaitu daging kurban berasal dari hewan yang disembelih sesuai dengan syariat Islam. Hal ini erat kaitannya dengan animal welfare atau kesejahteraan hewan. Hewan yang dikurbankan harus mendapat perlakuan yang layak.

Untuk memastikan apakah daging kurban yang anda terima ASUH, anda bisa menghubungi Dinas Peternakan di daerah anda. Petugas dari dinas akan memeriksa apakah hewan anda sudah ASUH atau belum.

Terlepas dari itu semua mari kita kembali ke niat kita. Mungkin saja anda berada di daerah yang terpencil atau sulit dijangkau oleh petugas dinas. Tetapi apabila kita balik kebelakang melihat niat kita melakukan ibadah kurban tentunya hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalkan. Dalam berkurban tentu saja kita akan memberikan ternak yang tebaik karena ternak itu akan menjadi kendaraan kita nantinya. Saya rasa niat tulus anda dalam melakukan ibadah kurban akan menjadi jaminan bahwa daging yang anda bagikan ASUH. Saya yakin anda tidak akan memberikan daging yang tidak baik untuk masyarakat yang sebagian besarnya dalah kaum dhuafa.

sumber