Tentang 5S ini dan itu


IMG_3345

Duh, bosen deh lagi-lagi bahas yang kayak beginian. 5S senyum, salam, sapa, sopan dan santun. Norma di kampus ini emang ribet, se ribet mata kuliahnya haha. Semua warga kampus diharapkan untuk menerapkan 5S. Harapannya sih jelas, untuk menimbulkan rasa saling peduli satu sama lain, dengan begitu kampus akan lebih solid dan kompak. Tidak ada yang salah walaupun beberapa orang menganggap hal ini berlebihan. “Suka suka gue donk, gue ke kampus mau senyum, mau kagak terserah gue”. Yang jadi masalah pasti mahasiswa baru yang masih kikuk karena masuk kedalam lingkungan yang baru. Alih-alih diberikan kebebasan untuk beradapasi dengan cara masing-masing malahan diseragamkan dengan harus menerapkan 5S. Lah, sebenarnya tidak ada ukuran pasti 5S itu seperti apa. Sopan itu relatif, setiap orang punya takaran sendiri, lantas kenapa harus diseragamkan seperti ini?. Begini, saya baru pulang dari koasda (turun ke daerah untuk magang) dan begitu sampai di kampus sendiri dan merasa asing. Di kampus banyak orang baru yang tidak saya kenal. Oranag-orang minim ekspresi. Kalau saya senyum mereka buru-buru membalas senyuman dan buru-buru menhilang dari pandangan saya. Saya garuk-garuk kepala, apakah ada yang aneh dengan saya? sebegitu menyeramkan kah saya?. Pasti ini gara-gara aturan 5S.

Tidak ada yang salah dengan 5S. Seperti yang saya sebutkan diatas, hanya saja karena penerapan yang secara ekstrim yang membuat semua jadi terlihat buruk. Teringat ketika saya berada di posisi mereka, mahasiswa baru. Saya juga mengalami shock culture yang lumayan membuat saya stress. Setiap kali saya bertemu dengan orang di kampus saya harus senyum selebar lima jari dan membungkukkan badan sambil menyapa selamat pagi pak, selamat pagi buk, selamat pagi kak, selamat pagi dek. Membosankan. Sekarang saya sudah hampir lulus, menyandang predikat sebagai mahasiswa tertua yang masih berkeliaran di kampus dan saya sungguh gtidak enak hati diperlakukan demikian. lantas apa solusinya?

Yang diinginkan dari 5S kan sudah jelas, agar saling peduli. Nah, setiap orang punya caranya masing-masing untuk peduli. Oke, ga usah peduli lah, terlalul muluk, saya sederhanakan menjadi “agar tercipta komonikasi dua arah”. Jika komunikasi sudah lancar maka empati akan muncul, bener ga?. Jadi intinya ya ngobrol lah dengan sewajarnya. Saya mau berbagi pengalaman ketika saya magang selam empat bulan. setiap satu bulan sekali saya harus pindah tempat ke tempat yang baru. lingkungan baru dan orang-orang baru. Ya, adaptasi lagi dan lagi. Baru saja mau akrab saya sudah harus meninggalkan tempat tersebut. Nah saya akan ceritakan obrolan saya di tempat magang yang terakhir.

Namanya mas aryo. Kalau saya taksir umurnya diatas 26 tahun. Belum berkeluarga, dan sudah sejak 2008 bekerja di sebuah peternakan ayam. Hari itu saya ditugaskan untuk membantu mas aryo. Sebelumnya saya belum pernah ditugaskan di kandang yang menjadi tanggung jawab mas aryo. Awalnya kenalan, basai basi dan langsunglanjut kerja. Ternyata oh ternyata, bukan itu yang diharapkan.

“udah ga usah dibersihin, ntar saya aja yang bersihin” kata mas aryo yang bingung meihat saya dan teman saya asik membersihkan temapt minum ayam

“Ga apa2 mas, seloooooow” sahut kami

Mas aryo medekat, mulaiah dia cerita ini dan itu. Cerita tentang teman kami yang sudah lebih dulu magang di peternakan ayam ini dan lain-lain. Satu pelajaran yang penting yang saya ambil adalah bahwa mereka pengen diajak ngobrol, That’s it. Ingin berbgai pengalaman, bertukar pikiran, saling mengisi. Saya datang ke peternaka tersebut sebagai seorang calon dokter hewan. Seseorang dengan pendidikan tinggi. Sedangkan mas aryo adalah seorang buruh kandang yang tidak mengenyam pendidikan seperti saya. Jadi wajar mereka begitu antusias. Ingin menggali ilmu sebanyak banyaknya, dan memang itu yang diharapkan oleh kampus ketika mengirimkan saya ke peternakan-peternakan dan klinik hewan di seantero jabodetabek- jabar. “kadang saya bingung sama anak magang, klo lewat senyum-senyum, emangnya kita apaan disenyumin mulu, klo mau ngobrol ya ngobrol aja ga usah senyam-senyum ga jelas” *jleb. Saya tertohok mendengar perkataannya , iya memang benar, memangnya mereka apaan saya senyumin terus. Apalagi senyum yang saya lempar adalah senyum setengah terpaksa dan setengah ikhlas. Bukan senyum yang seratus persen tulus. Saya yakin jika hal ini diketahui oleh orang-orang di kampus saya mereka akan memahami bagaimana sehausnya berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Sekarang saya mengibaratkan mahasiswa baru adalah saya, dan civiitas kampus yang sudah lebih dulu dalah mas aryo.

“kan saya males kenalan dengan orang  baru” terserah, itu pilihan. Mau kenal atau tidak kenal tidak ada yang melarang. Tetapi pendidikan dokter hewan akan memakan waktu yang sangat panjang. Akan sangat membosankan jika kita itidak banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitar kita. Banyak sekali hal yang merpeotkan di kampus ungu ini yang memang tidak bisa diselesaikan sendiri. di saat itulah ada orang-orang yang membantu. suapa lagi kalau bukan orang di sekitar kita.Saya sangat berharap masalah 5S ini fokus kepada masalah komunikasi yang akhirnya akan melairkan empati. Bukan menjadi takaran bagi sebuah angkatan. Angkatan tahun ini ga ada 5S nya, ga sopan sama kakak kelas. Dosen mengeluh. Yang disapa hanya dosen dan mahasiswa, staf kampus tidak disapa. Hal-hal sperti itu menurut saya bukan menambah baik, hanya akan menimbulkan dendam terhadap adik kelas selanjutnya. Yang terjadi hanyalah lingkaran setan. Sebaik apapun gagasan belum temtu diterima oleh semua orang, begitu juga dengan gagasan 5S ini. Kita tidak bisa memaksa semua orang setuju dengan pendapat kita tetapi sekali lagi saya sampaikan jika tujuan kahir dari 5S ini dapat dipahami bersama kana menjadikan kampus ungu lebih baik. Viva Veteriner, Jayalah IPB Kita!

Wisuda


IMG_5698

Alhamdulillah, akhirnya saya diwisuda. Yap, 27 februari 2013 kemarin saya resmi diwisuda dan dianugrahi gelar SKH (Sarjana Kedokteran Hewan). Pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengcucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya dalam mencapai gelar ini yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Syukur kehadirat ALLAH SWT atas semua limpahan rahmatNya. Kepada kedua orang tua saya Bapak Sukemi, S.Pt dan Ibu Nurmarini. Kepada dosen pembimbing skripsi Dr. drh. Sri Estuningsih, MSi, APVet dan drh. Dewi Ratih Agungpriyono, Ph.D, APVet. Kepada saudara kandung saya Awaluddin Nurmiyanto, ST, M.Eng beserta kakak ipar saya Nurafni Aridhona, S.Psi dan tentunya keponakan saya Mikail Abidzar Al-Fayyaz. Kepada pembimbing akademik saya drh. Isdoni, M.Biomed. Kepada seluruh civitas akademika FKH IPB. Khusus kepada sahabat-sahabat saya Danang, Fakhri, Disa, Arni, Ines, Tami, Dara, Dian, kepada teman seperjuangan di kelompok Habbatus sauda Nisa, niken, dian, nova, dara, ines. Kepada my partner in crime Talitha Khairunisa, terima kasih sudah sabar menemani. Kepada teman-teman di HIMPRO Satli FKH IPB Pandu, Yoha, Feby, Rere, Ojan, Maya. Kepada semua kelurga di Boyolali, Bude Ti, Bude Muji, Mas Arif, Mas Wahyu, Dewi, Deo, Merlina, Tante Gati, Om Gono, Om Sugih. Seluruh keluarga di Riau Pak Bambang, Bu War, Paman Dal, Bulek Datin, Om Didik, Bulek Ana, Om Agus, Bulek Esih, Om Haris, Bulek Iin, semua sepupuku Maya, Dila, Tutut, Alvin, Keke, Cahyani. Kepada keluarga di Bekasi Pak Haryadi, Ibu Sri, Mas Lingga, Dik Dhira. Teman-teman di IMAKUSI BOGOR dan Asrama Kuansing Misep, Pras, Abrar, Iqbar, Disfa, Tari, Yufi, Bang Febri, Aji, Revi. Teman-teman Blogger IPB Miftah, Elka, Rizki Pradana, Mas Dayat, Adietya, Sentani, Feby. Dan kepada Mbak Lina, Mbak Opik, Mita. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga mendapat balasan dariNya.

Dan semoga saya bisa menjaga amanah ini, amin

IMG_5726

Laskar Steril FKH IPB di IAC 2012


Saya sudah sering menulis tentang kegiatan mahasiswa di kampus saya. Khususnya kegiatan mahasiswa di fakultas saya dan saya seakan tidak bosan untuk selalu menulis tentang topik yang satu ini. Ya, KS STERIL FKH IPB (Steril –red). Steril adalah sebuah lembaga di FKH IPB yang mewadahi minat kesenian mahasiswa FKH. Saya sendiri bukanlah anggota yang tercata secara resmi di Steril. Walapun pada beberapa kesempatan saya terlibat di dalamnya. Bagi saya itu juga bukan suatu masalah, yang penting saya teteap mencintai Steril.

Seperti fakultas kedokteran hewan yang lain, FKH IPB juga merupakan fakultas yang kegiatan akademiknya seabrek. Dan menurut saya FKH IPB cenderung lebih sibuk dibandingkan dengan Fakultas Kedokteran Hewan lain di Indonesia dan fakultas-fakultas lain di IPB. Jumlah kredit sks yang memang lebih banyak, tugas yang menumpuk, ujian yang juga menumpuk sudah menjadi keseharian mahasiswa FKH IPB. Jumlah mahasiswa yang lebih sedikit memaksa setiap mahasiswa untuk aktif di organisasi baik intra kampus maupun ekstra kampus. Alasannya jelas yaitu kurangnya sumber daya, jika mahasiswa FKH IPB banyak yang apatis tentu tidak akan ada kegiatan kemahasiswaan di FKH IPB.

Nah, inilah yang membuat steril begitu istimewa. Di tengah kesibukan mahasiswanya yang luar biasa, steril tetap bisa survive dengan segala keterbatasan dan kenekatan orang-orang di dalamnya. Mengapa saya katakan nekat? yang pertama karena steril adalah lembaga yang tumbuh di lingkungan fakultas kedokteran hewan yang kesan serius dan ilmiah nya lebih kental dibanding seni. Walaupun sebenarnya ilmu kedokteran dan seni tidak bisa dipisahkan tetapi bagi orang awam dua hal ini sangat jauh kaitannya. Yang kedua, Steril tumbuh di perguruan tinggi negri yang tidak mentolerir masalah absen. Peraturan yang benar-benar ketat, salah sedikit drop out bukan hal yang sulit bagi pihak universitas. Masalah akademik juga ketat. Teman-teman seangkatan saya sudah banyak yang harus terhenti perjuangannya di FKH IPB. Yang ketiga, ini yang sebenarnya membuat miris. Meskipun kegiatan steril selalu dinanti oleh mahasiswa FKH IPB, tetapi hanya sedikit mahasiswa yang benar-benar konsen mngurusi steril. Ibaratnya saat senang banyak yang mendukung steril sedangkan saat susah ya hanya sebagian orang yang benar-benar mau berkorban demi steril. Saya adalah contoh yang bagus untuk orang yang selalu menunggu acara steril tetapi tidak perah benar-benar terlibat di dalam acaranya. Maafkan saya teman-teman.

Continue reading

Juvenile Siap Release (pelantikan SATLI 47)


Sabtu-Minggu (18-19 februari 2012) saya mengikuti pelantikan anggota baru Himpro Satwaliar. Acara pelantikan diadakan di bumi perkemahan Barubolang di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Alhamdulillah acara pelantikan berlangsung dengan lancar tanpa halangan suatu apapun.

Mengikuti acara pelantikan anggota SATLI 47 bagi saya seperti mengenang kembali acara pelantikan saya sebagai anggota baru pada tahun 2009 lalu. Kebetulan waktu itu juga dilakukan di lokasi yang sama yaitu di bumi perkemahan Barubolang. Keadaan di lokasi juga belum banyak berubah, masih tetap dingin dan pacetnya  juga tidak berkurang.

Banyak sekali cerita yang terjadi di pelantikan SATLI 47. Kebanyakan pelantikan ini menjadi pengalaman pertama para peserta turun ke lapang. Pengalaman pertama bepergian dengan menggunakan truk, tidur di tenda, dan lain-lain. Pelantikan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran bagaimana seorang dokter hewan bekerja di lapangan. Bagaimana seorang dokter hewan bisa menyatu dengan alam dan menghargai alam. Selain itu, pelantikan ini juga bertujuan untuk mempuk solidaritas dan rasa persaudaraan antara anggota himpro. Ketika sudah berada di alam, semua sifat egois harus dilebur, kepentingan bersama harus lebih diutamakan dan kepentingan pribadi terkadang harus dikorbankan dem kepentingan bersama.

Continue reading

AFC 2011 (Afternoon Full Colour) FKH IPB


AFC (Afternoon Full Colour) adalah acara pentas seni yang diadakan FKH IPB. Acara ini rutin diadakan setahun sekali di FKH IPB. Saya tidak tahu persis kapan pertama kali AFC diadakan, tapi sejak saya masuk FKH pada tahun 2008 acara ini sudah ada hingga saat ini. Tahun ini AFC diadakan pada hari sabtu (17 desember 2011). Sesuai dengan namanya (afternoon) acara ini diadakan pada sore hingga malam hari.

AFC bisa dibilang acara dari mahasiswa untuk mahasiswa. Semua perunjukan yang dipertontonkan di sini adalah buah kreativitas mahasiswa. Walaupun demikian, tidak berarti acara ini kurang menarik. Konten acaranya sangat beragam, mulai dari tradisional hingga moderen tersedia di sini. Selain menampilkan kreativitas mahasiswa, AFC kali ini juga membawa pesan untuk melindungi satwa liar di Indonesia.

Berbicara AFC tidak lengkap jika tidak membicarakan KS Steril (Komunitas Seni Steril) FKH IPB. KS Steril adalah penyelenggara AFC. Bagi saya KS steril adalah komunitas yang cukup istimewa. Keistimewaannya adalah, pertama karena KS Steril berdiri di Fakultas Kedokteran Hewan yang menurut saya mempunyai jadwal yang sangat padat. Kedua, KS Steril memiliki anggota yang relatif sedikit dibandingkan organisasi lain di FKH IPB. Namun jumlah bukan jadi masalah bagi KS Steril, buktinya mereka mampu mengadakan acara yang tidak kalah besar dengan organisasi lain di FKH IPB. Ketiga, hanya di acara yang diadakan KS Steril semua mahasiswa bisa melebur menjadi satu tanpa ada gap yang memisahkan. Yang terakhir adalah jargon KS Steril yang unik luar biasa. Jargon mereka adalah rangkuman dari semua jargon yang ada di FKH IPB, benar-benar semangat persatuan. Steril!!! Mak Jrossss!!

Seni adalah salah satu bahasa universal. Bahasa yang bisa dipahami oleh semua orang. Dengan seni kita dapat meyampaikan sesuatu dengan lebih indah, dan tak jarang bisa menyampaikan pesan yang mungkin akan sulit jika disampaikan dengan cara biasa. Selain itu seni juga berarti kreatif. Semoga AFC akan selalu menjadi wadah kreativitas dan bisa memberikan nilai posotif baik bagi mahasiswa  FKH maupun masyarakat luas. Jaya terus AFC, jaya terus STERIL. Sampai jumpa di AFC tahun depan. (Agung Sudomo)

Continue reading

Pak Dokter Hewan


“Pak Dokter Hewan”

Begitu mereka memanggil saya. Sebenarnya saat ini saya belum menjadi seorang dokter hewan. Saya beru menempuh smester akhir (saya malu menyebut smester 9 hihi Smile with tongue out) di Fakultas Kedokteran Hewan. Masih banyak yang harus saya tempuh untuk menjadi seorang dokter hewan. Setelah saya menempuh jenjang s1 saya, saya harus mengikuti ko asisten selam kurang lebih 1,5 tahun hingga akhirnya saya disumpah menjadi dokter hewan. Lalu siapakah mereka yang memanggil saya dengan sebutan dokter hewan?. Mereka adalah warga desa Sukasirna Kec. Jonggol Kab. Bogor. Mereka memanggil saya dengan sebutan dokter hewan ketika saya ditugaskan menjadi petugas pemeriksa hewan kurban tahun 1432 H.

Continue reading

FKH IPB “Fakultas Kesenian & Hiburan”


 

FKH itu singkatan dari Fakultas Kesenian dan Hiburan

Tidak terlalu berlebihan jika singkatan FKH IPB dipelesetkan menjadi “Fakultas Kesenian dan Hiburan”. FKH sering sekali mengadakan acara seni. Selain itu walaupun dengan jumlah mahasiswa yang lebih sedikit dibandingkan fakultas lain di IPB, FKH mempunyai organisasi khusus seni yaitu KS STERIL. Tidak hanya mahasiswa yang menyukai seni. Kegiatan-kegiatan seni seperti ini juga sangat di dukung oleh alumni juga para dosen.

Seperti pada acara MPF FKH yang ditutup pada sabtu (6/8/2011) kemarin. Semua angkatan menampilkan kreativitasnya. Tidak hanya mahasiswa, tapi alumni dan dosen juga ikut ambil bagian. Yang paling keren menurut saya adalah penampilan dari Klinik Musik. Anggota Klinik Musik adalah alumni FKH IPB yang sekarang sudah ada yang berprofesi sebagai dosen, sebagai pejabat di bidang pemerintahan dan lain-lain. Rasanya hampir tidak percaya dosen yang selama ini terlihat berwibawa ternyata sangat piawai memainkan gitar. Saya jadi malu sendiri karena tidak bisa memainkan gitar, hanya bisa sekedarnya saja.

Continue reading