Tentara Berkuda


Apa yang anda bayangkan ketika mendengar tentang Prajurit Bekuda? Yap, itu zaman dulu, zaman dimana sistem pemerintahan di dunia adalah kerajaan

Kuda memang hewan yang istimewa, tenaganya luar biasa, intelegensinya luar biasa, kepatuhannya, ikatan emosional dengan manusia sangat sempurna. Banyak kisah yang mengharukan, kisah heroik antara kuda dengan manusia. Tidak hanya di luar di negeri eropa, di nusantara pun kuda sudah dikenal dengan sangat luas. Keistiemewaan inilah yang membuat kuda menjadi pilihan yang tepat sebagai kendaraan perang. Tetapi saat ini kuda sudah tidak lagi digunakan untuk berperang, lebih tepatnya karena sekarang sudah tidak ada perang lagi (maksud saya perang terbuka).

Tahukah anda bahwa sampai saat ini kuda masih digunakan oleh para prajurit di dunia loh. Sampai sekarang? ya sampai sekarang, dan yang membanggakan adalah bahwa negara kita NKRI punya satu detasemen khusus yaitu Detasemen Kavaleri Berkuda (DENKAVKUD). Disini semua prajuritnya baik tamtama maupun perwira bisa menunggang kuda. Nah ini adalaj kebanggan karena tidak semua negar di dunia mempunyai pasukan berkuda. Kebetulan saya punya beberapa foto tentara kita sedang berkuda. Selamat menikmati

IMG_0621

IMG_0615

IMG_0549

Nah, kalau yang ini bukan tentara berkuda, ini saya dan teman-teman saya, saya yang paling kanan ya haha

IMG_0009

Advertisements

Jalan-jalan ke Observatorium Bosscha


bosscha

Setelah minggu kemarin saya jalan-jalan ke Museum KAA sabtu ini saya jalan-jalan ke Observatorium Bosscha. Sebelumnya jangan heran apakah saya ini sedang magang atau sedang liburan karena jawabannya adalah saya sedang magang sekaligus liburan. Saya sedang magang di Kesehatan Kuda milik TNI-AD di Detasemen Kavaleri Berkuda (DENKAVKUD) di Parongpong. Sambil menyelam minum coca-cola, waktu libur saya manfaatkan untuk wisata di sekitar kota bandung. Letak Observaorium Bosscha tidak jauh dari Parongpong, saya menggunakan jasa angkutan kota dengan tarif Rp. 11.500. Untuk masalah tarif sebenarnya tergantung dari skill kita dalam hal tawar menawar hehe.

Observatorium Bosscha merupakan satu komplek pengamatan bintang, observatorium ini dikelola oleh Institut Teknologi Bandung. Jika masih ingat dengan film Petualangan Sherina ada beberapa scene yang diambil di sekitar Observatorium Bosscha. Sangat menarik sekali bisa berwisata di Observatorium Bosscha. Pengunjung diberi kesempatan untuk melihat langsung wujud teleskop terbesar di Observatorium Bosscha. Berat teleskopnya kurang lebih tujuh ton. Yang menarik adalah sistem penyangga teleskop yang dirancang agar selalu seimbang sehingga untuk menggerakkan benda seberat itu tidak diperlukan tenaga yang besar. Prinsipnya juga diadopsi pada tripod yang dgunakan untuk menyangga lensa yang berat oleh para fotografer profesional. Fotografi sendiri memang berasal dari dunia astronomi yang penerapannya digunakan untuk menangkap gambar di sekitar kita. Tidak hanya itu, lensa yang digunakan untuk teleskop ini sangat besar, diameternya 60 cm. Pabrik pembuatnya ada di Jerman yaitu Carl Zeiss yang memang dikenal sebagai penghasil lensa berkualitas hingga saat ini. Selain itu di observatorium bosscha kita bisa melihat jam bintang. Jam ini berbeda dengan jam pada umumnya yang jumlah waktunya adalah 24 jam. Sebenarnya waktu satu hari tidak 24 jam penuh, hanya 23 jam lebih. Alasan ini juga yang mendasari adanya tahun kabisat setiap empat tahun sekali karena setiap harinya kita kelebihan waktu sebanyak 4 menit, meanrik sekali bukan. Nah Intinya tempat ini sangat worth it untuk dikunjungi. Ada bisa berkunjung setiap hari kecuali hari minggu,senin dan hari libur nasional. Selamat mengunjungi Bosscha.

bosscha

bosscha

bosscha

Museum Konferensi Asia Afrika


IMG_9523

Bandung! Akhirnya kesampaian juga mengunjungi museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di kota Bandung. Awalnya saya memabaca blog seorang teman yang menceritakan tentang museum ini dan saya langsung kepincut haha. Walaupun tempat ini cukup populer tetapi sepertinya tidak banyak yang datang kesini, biasanya sih cuma numpang lewat saja,. Museum ini awalnya adalah gedung yang dipergunakan untuk menggelar acara KAA pada tanggal 18-24 April 1955, sebanyak 29 negara hadir dalam konferensi ini (sumber: WIKIPEDIA).

Menurut saya museum ini sangat menarik untuk dikunjungi. Selain gratis, museum ini juga banyak menampilkan peninggalan dari penyelenggaraan KAA. Salah satu pajangan yang menarik perhatian saya adalah kamera yang digunakan pada saat penyelenggaraan konferensi ini. Kamera yang digunankan adalah kamera merk Leica, sayang sekali saya tidak boleh mengabadikan pajangan tersebut. Hal yang menarik lainnya adalah kutipan-kutipan dari tokoh-tokoh negara yang hadir pada konferensi tersebut. Yang menjadi perhatian asaya tentunya adalah gagasan yang sangat besar dan berani yang diambil oleh para pemimpin bangsa Indonesia pada saat itu. Semangat untuk tidak hanya memikirkan kemajuan Indonesia sendiri tetapi juga untuk membantu negara-negara sahabat di Asia dan Afrika. Merdeka!

IMG_9555

 

IMG_9510

Berfoto di depan gedung Merdeka (Museum KAA)