Pacu Sampan


 

Pacu Jalur Mini

Keadaan alam mempunyai kaitan yang sangat kuat dengan kebudayaan pada satu daerah. Seperti yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (INHU). Salah satu keadaan alam yang mempengaruhi kebudayaan di Kab. Inhu adalah sungai Indragiri. Bisa diibaratkan sungai Indragiri adalah pembuluh darah nadi dari Kab. Inhu. Nama Kabupaten Indragiri Hulu sendiri juga diambil dari nama sungai yang mengaliri daerahnya. Cerita tentang kemashuran kerajaan, hikayat-hikayat kuno hampir selalu berhubungan dengan sungai ini.

Pacu Jalur Mini

Nah, kali ini saya akan bercerita tentang kebudayaan yang sangat erat dengan sungai yaitu Pacu Sampan. Pacu bisa diartikan “balap” sehingga sesuai namnya Pacu Sampan adalah balap sampan. Sama dengan pertandingan sepak bola Pacu Sampan mempertandingkan dua sampan dengan panjang sekitar 10 meter dan didayung oleh 10 orang pendayung atau yang disebut anak pacu. Sistem yang digunakan adalah sistem gugur, jadi sampan yang kalah tidak akan bertanding lagi. Pertandingan Pacu Sampan disebut “Ilir” ini dimaksudkan karena pacu sampan diadakan searah dengan arus sungai atau menuju hilir sungai. Sampan akan beradu kecepatan pada lintasan lurus dengan jarak 500 m. Setiap menepuh 100 m akan ada penanda yang disebut pancang, jadi total ada tujuh pancang termasuk pandang start dan pancang finish. Pada Pacu Sampan juga dikenal istilah “putus” tapi ini bukan putus yang sedang marak d kalangan anak muda loh ya *mrgreen*, putus adalah istilah ketika salah satu sampan telah meninggalkan lawannya sehingga buritan sampan sudah melewati anjungan sampan lawan. Akan menjadi tidak seru apabila sebuah ilir (pertandingan) sudah putus pada pancang kedua, artinya kekuatan kedua sampan tidak berimbang. Sebaliknya sangat menarik apabila sampan yang sudah putus (sudah ditinggalkan lawannya) bisa mebaikkan keadaan dan keluarsebagai pemenang. Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal unik yang ada di Pacu Sampan, tapi saya cukupkan dulu ya sampai disini, nanti akan saya sambung lagi sekalian saya ceritakan tentang Pacu Jalur. Apa itu Pacu Jalur? tunggu di postingan saya selanjutnya Smile.

Pacu Jalur Mini

Genus (Gebyar Nusantara) 2012


IMG_2564

Sabtu (1 Desember 2012) saya kembali berkesempatan untuk mengunjungi Gebyar Nusantara (Genus) 2012. Genus merupakan festival budaya terbesar di IPB. Saya sempat merekam beberapa moment saat malam pertunjukan. Selamat menikmati.

IMG_2520

 

IMG_2573

 

IMG_2602

IMG_2629

IMG_2711

IMG_2714

IMG_2774

IMG_2795

Mari Membatik Masa Depan


 

Tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai hari batik. Kebetulan juga saya berkesempatan untuk belajar membatik di Genus 2011 di kampus saya. Ternyata membatik bukanlah hal yang mudah. Perlu ketelatenan untuk menghasilkan selembar kain batik. Tidak hanya ketelatena yang dibutuhkan tetapi juga jiwa seni yang tinggi. Memang tidak heran jika batik tulis mempunyai harga yang sangat fantastis.

Continue reading

Reog, Pencak Silat, Hingga Membatik dan Wisata Kuliner Semuanya ada di Genus 2011


Gebyar Nusantara atau sering disingkat Genus adalah suatu acara tahunan di IPB. Acara ini menampilkan kebudayaan dari seluruh Nusantara. IPB terkenal dengan keragaman mahasiswanya. Bisa dibilang IPB memiliki koleksi mahasiswa yang komplit dari seluruh propinsi yang ada di Indonesia. Keragaman inilah yang diberdayakan sebagai sarana untuk mengenal budaya Nusantara.

Tahun 2011 ini Genus diadakan pada tanggal 1-2 Oktober bertempat di GWW. Gelaran Genus selalu menarik bagi saya. Saya sendiri selama kuliah di IPB tidak pernah absen untuk mengikuti acara ini. Namun menurut saya Genus tahun ini lebih menarik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.Terutama dari stand para peserta festival. Saya sangat terkesan dengan hadirnya stand dari OMDA (Organisasi Mahasiswa Daerah) Pekalongan dan Yogyakarta yang menyediakan fasilitas untuk belajar membatik. Terus terang ini pengalaman pertama saya memegang canting batik. Ditambah lagi tanggal 2 oktober merupakan hari batik jadi semakin langkap dan ternyataaa.. membatik itu sangat susah dan njlimet.

Selain Batik di Genus 2011 saya juga bisa mencoba memainkan sasando alat musik dari Nusa Tenggara Timur. Bentuknya unik dan menurut saya sangat bagus. Peserta dari OMDA Kudus menampilkan alat untuk membuat rokok. Ternyata alatnya cukup sederhana lho. Selain itu saya juga berkesempatan mencicipi aneka masakan dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertunjukan seni tak kalah menarik dari stand pameran. Di panggung pertunjukan penonton disuguhi berbagai macam atraksi. OMDA Riau yang merpakan OMDA saya menampilkan Atraksi Pencak Silat. Malahan dari OMDA lain ada yang membawa kuda masuk ke dalam gedung untuk melakukan atraksi. Tak ketinggalan juga tampil Reog Ponorogo yang konon pernah diklaim oleh negara lain.

Secara keseluruhan saya ingin mengucapkan kepada semua pihak yang terlibat dalam acara Genus 2011 bahwa acara ini sangat sukses. Tentunya kita berharap ini akan menambah rasa cinta kita terhadap tanah air. Merdeka!

Continue reading