Kegagalan adalah Keberhasilan yang Terunda


Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda

Pepatah tersebut sangat cocok untuk keadaan yang sekarang. Setelah hampir satu tahun delapan bulan menyatakan hobi saya di bidang fotografi belum satu prestasi pun yang saya dapatkan di bidang fotografi. Sudah cukup banyak lomba yang saya ikuti dan semuanya berujung dengan kegagalan. Tak apa bagi saya karena lomba fotografi selalu memberikan pengalaman baru dan wawasan baru. Hingga saya merasa hampir berhasil pada lomba fotografi Tapak Baduy 2012 yang diadakan oleh lawalata IPB. Tepatnya lomba tersebut dibatalkan karena pesertanya terlalu sedikit. Kabar baiknya saya mendapat bingkisan apresiasi karena telah mengikuti lomba tersebut. Ini menjadi hadiah kedua yang saya dapat dari foto, sebelumnya saya mendapat hadiah dari mama olive dan Ibu Fauzan setelah menang kontes foto blog. Semoga apresiasi ini menjadi pemicu semangat saya untuk tetap berkarya di bidang fotografi. Amiiiiin.

Advertisements

Kehidupan bebas Galau di Kampung Baduy


Tulisan saya kali ini bukan tentang iklan salah satu provider yang menggunakan kata-kata galau. Tulisan ini saya buat karena banyak sekali yang menanyakan penglaman saya ke kampung Baduy beberapa waktu lalu. Sebenarnya juga tidak banyak juga yang menanyakan (hihihi) tapi menurut saya sayang sekali jika pengalaman ini tidak saya tuliskan di sini.

Banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik selama perjalanan saya ke kampung baduy. Diantara pelajaran itu saya ingin menceritkana bagaimana masyarakat baduy menghadapi perasaan galau yang melanda mereka. Pemilihan topik galau ini juga tanpa tendensi apa-apa kok, hanya saja sepertinya saya perlu mengangkat topik ini untuk mengurangi kegalauan anak muda indonesia. Beberapa hal yang membuat hidup masyarakat Baduy bebas galau adalah beberapa hal berikut:

  • Mengambil sesuatu secukupnya atau tidak berlebih-lebihan

Masyarakat baduy bukan masyarakat yang boros, setidaknya begitu yang saya lihat dari sudut pandang saya. Mereka mendapatkan semua kebutuhannya dari alam. Mata pencaharian utama mereka adalah bertani. Mereka memiliki lahan yang cukup luas. Lahan pertanian ini milik desa atau kampung mereka. Semua warga kampung Baduy bebas menggarap lahan tersebut tanpa boleh memiliki lahan tersebut. Itu menjadi salah satu bukti bahwa mereka tidak serakah.

Continue reading

Snapshot Tapak Baduy 2012


Tanggal 5-6 mei 2012 lalu saya berkesempatan mengikuti β€œTapak Baduy 2012”. Tapak Baduy merupakan kegiatan yang diadakan oleh Lawalata IPB (Mapala-nya IPB). Saya sempat mengabadikan moment selama perjalanan, berikut beberapa snapshotnya.

Continue reading