Internet Jakarta yg bikin iri


Internet di zaman sekarang udah jadi kebutuhan pokok. Ga baru sekarang sih haha, sejak saya kenal internet saya langsung ketrgantungan gitu haha. Apalagi zaman sekarang ya, internet sudah sangat bisa diandalkan. Mulai dari google maps biar ga kesasar sampai aplikasi kesehatan duh banyak deh pokoknya. Tapiiiii untuk saya yang tinggal di daerah, rasanya masih jauh untuk menikmati semua kenyamanan yang ditawarkan internet. Sampai sekarang sih saya masih mengandalkan internet dari paket data. Sebenarnya pengen sih pasang broadband internet tapi mahal banget haha *ups curcol.

Internet dengan menggunakan paket data sih sebenarnya sudah lumayan. Lumayan mahal maksudnya haha. Apalagi di daerah tempat saya tinggal provider yang stabil ya telkomsel provider lain sih oke, tapi kadang kalau pas cuaca hujan jaringan menghilang hiks hiks. Menurut saya telkomsel itu bagus dan mahal. pilihan kedua saya jatuh ke axis, tapi ya gitu, siap2 makan ati kalau cuaca lagi ga bersahabat. Disitu kadang saya merasa sedih.

Boro-boro 4G, kadang dapat sinyal Edge saja sudah bersyukur haha. Baper deh kalau liat sinyal 4G, apalagi paket 4G sepertiny lebih murah ya haha Sebagai perbandingan aja nih saya screenshot hasil speedtest di Jakarta (tepatnya di Bandara Soetta) dan di rumah saya hiks. Hasilnya jauh banget haha. Tapi syukuri apa yang ada kaan yaaa. yang penting tetep update postingan haha.

 

img_0645

Ini yang di Jakarta, sampai 16 Mbps

 

 

Advertisements

Pacu Sampan


 

Pacu Jalur Mini

Keadaan alam mempunyai kaitan yang sangat kuat dengan kebudayaan pada satu daerah. Seperti yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (INHU). Salah satu keadaan alam yang mempengaruhi kebudayaan di Kab. Inhu adalah sungai Indragiri. Bisa diibaratkan sungai Indragiri adalah pembuluh darah nadi dari Kab. Inhu. Nama Kabupaten Indragiri Hulu sendiri juga diambil dari nama sungai yang mengaliri daerahnya. Cerita tentang kemashuran kerajaan, hikayat-hikayat kuno hampir selalu berhubungan dengan sungai ini.

Pacu Jalur Mini

Nah, kali ini saya akan bercerita tentang kebudayaan yang sangat erat dengan sungai yaitu Pacu Sampan. Pacu bisa diartikan “balap” sehingga sesuai namnya Pacu Sampan adalah balap sampan. Sama dengan pertandingan sepak bola Pacu Sampan mempertandingkan dua sampan dengan panjang sekitar 10 meter dan didayung oleh 10 orang pendayung atau yang disebut anak pacu. Sistem yang digunakan adalah sistem gugur, jadi sampan yang kalah tidak akan bertanding lagi. Pertandingan Pacu Sampan disebut “Ilir” ini dimaksudkan karena pacu sampan diadakan searah dengan arus sungai atau menuju hilir sungai. Sampan akan beradu kecepatan pada lintasan lurus dengan jarak 500 m. Setiap menepuh 100 m akan ada penanda yang disebut pancang, jadi total ada tujuh pancang termasuk pandang start dan pancang finish. Pada Pacu Sampan juga dikenal istilah “putus” tapi ini bukan putus yang sedang marak d kalangan anak muda loh ya *mrgreen*, putus adalah istilah ketika salah satu sampan telah meninggalkan lawannya sehingga buritan sampan sudah melewati anjungan sampan lawan. Akan menjadi tidak seru apabila sebuah ilir (pertandingan) sudah putus pada pancang kedua, artinya kekuatan kedua sampan tidak berimbang. Sebaliknya sangat menarik apabila sampan yang sudah putus (sudah ditinggalkan lawannya) bisa mebaikkan keadaan dan keluarsebagai pemenang. Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal unik yang ada di Pacu Sampan, tapi saya cukupkan dulu ya sampai disini, nanti akan saya sambung lagi sekalian saya ceritakan tentang Pacu Jalur. Apa itu Pacu Jalur? tunggu di postingan saya selanjutnya Smile.

Pacu Jalur Mini