Temperature-Dependent Sex Determination (TSD) pada Penyu


Seperti umumnya pada reptil. Pada penyu juga terjadi fenomena yang disebut Temperature-dependent Sex Determination (TSD). Artinya jenis kelamin penyu ditentukan oleh suhu saat masa inkubasi telur. Penyu yang merupakan hewan berdarah dingin tidak bisa mengerami telurnya sendiri. Penyu menggunakan pasir pantai untuk menjaga suhu telurnya dengan cara mengubur telurnya di pantai. Pantai tempat bertelur penyu disebut nesting site. Ini juga alasan mengapa penyu sangat sulit sekali berkembang karena suhu di alam terkadang tidak stabil. Selain itu dengan mengubur telurnya di pasir pantai dan meninggalkannya akan membuka peluang bagi predator untuk memangsa telur penyu tersebut.

Suhu tinggi pada penyu dan kura-kura akan berefek meningkatkan jumlah individu betina sedangkan pada buaya suhu tinggi meningkatkan individu jantan. Atau dengan kata lain apabila masa inkubasi telur penyu mendapatkan suhu tinggi maka kemungkinan besar penyu tersebut akan menjadi penyu betina saat menetas nanti. Fenomena ini disebabkan oleh pengauran hormon steroid secara fisiologis. Hormon yang paling berperan dalam TSD adalah estradiol (E2).

Mencermati fenomena TSD maka jika kita hubungkan dengan perubahan iklim yang terjadi saat ini akan membahayakan populasi penyu. Pemanasan global tentu akan berpengaruh terhadap temperatur pantai yang menjadi nesting site  penyu. Temperatur yang tinggi akan memperbesar kemungkinan tukik (anak penyu) memiliki jenis kelamin betina. Jika kejadian ini terus menerus terjadi penyu akan kekurangan individu jantan. Oleh karena itu mari kita jaga alam kita agar efek perubahan iklim tidak membuat penyu terancam populasinya.

Daftar Pustaka

Hays, Greeme C. et al. 2003. Climate change and sea turtle: a-150 year reconstruction of incubation temperatures at a major marine turtle rookery. Global change biology (2003) 9, 642-646

Horracio Merchant-Larrios. 2001. Temperature Sex Determination in Reptile: Third Strategy. Journal of Reproduction and Development Vol. 47, No. 5, 2001

 

Advertisements

Ketika Elang Tak Lagi Terbang Bebas


Aku ingin terbang tinggi seperti elang (Elang By Dewa 19)

Potongan lagu di atas saya ambil dari lagu yang berjudul Elang yang dipopulerkan oleh Dewa 19. Elang memang diidentikkan dengan kebeasan. Elang juga dengan gagah berani bertengger sebagai lmabang suatu negara (lihat lambang negara Amerika Serikat dan Indonesia). Analogi elang dengan kebebasan memang tidak berlebihan. Elang memang bisa dibilang hewan yang sangat bebas. Sebagai Top Predator, secara teknis tidak ada yang bisa mengalahkan elang. Tidak Hanya itu Elang memiliki kemampuan terbang yang unik yang disebut soaring. Soaring adalah aktifitas terbang melayang yang dilakukan elang dengan memanfaatkan energi panas bumi. Benar-benar cara terbang yang luar biasa efektif.

Continue reading