Laskar Steril FKH IPB di IAC 2012


Saya sudah sering menulis tentang kegiatan mahasiswa di kampus saya. Khususnya kegiatan mahasiswa di fakultas saya dan saya seakan tidak bosan untuk selalu menulis tentang topik yang satu ini. Ya, KS STERIL FKH IPB (Steril –red). Steril adalah sebuah lembaga di FKH IPB yang mewadahi minat kesenian mahasiswa FKH. Saya sendiri bukanlah anggota yang tercata secara resmi di Steril. Walapun pada beberapa kesempatan saya terlibat di dalamnya. Bagi saya itu juga bukan suatu masalah, yang penting saya teteap mencintai Steril.

Seperti fakultas kedokteran hewan yang lain, FKH IPB juga merupakan fakultas yang kegiatan akademiknya seabrek. Dan menurut saya FKH IPB cenderung lebih sibuk dibandingkan dengan Fakultas Kedokteran Hewan lain di Indonesia dan fakultas-fakultas lain di IPB. Jumlah kredit sks yang memang lebih banyak, tugas yang menumpuk, ujian yang juga menumpuk sudah menjadi keseharian mahasiswa FKH IPB. Jumlah mahasiswa yang lebih sedikit memaksa setiap mahasiswa untuk aktif di organisasi baik intra kampus maupun ekstra kampus. Alasannya jelas yaitu kurangnya sumber daya, jika mahasiswa FKH IPB banyak yang apatis tentu tidak akan ada kegiatan kemahasiswaan di FKH IPB.

Nah, inilah yang membuat steril begitu istimewa. Di tengah kesibukan mahasiswanya yang luar biasa, steril tetap bisa survive dengan segala keterbatasan dan kenekatan orang-orang di dalamnya. Mengapa saya katakan nekat? yang pertama karena steril adalah lembaga yang tumbuh di lingkungan fakultas kedokteran hewan yang kesan serius dan ilmiah nya lebih kental dibanding seni. Walaupun sebenarnya ilmu kedokteran dan seni tidak bisa dipisahkan tetapi bagi orang awam dua hal ini sangat jauh kaitannya. Yang kedua, Steril tumbuh di perguruan tinggi negri yang tidak mentolerir masalah absen. Peraturan yang benar-benar ketat, salah sedikit drop out bukan hal yang sulit bagi pihak universitas. Masalah akademik juga ketat. Teman-teman seangkatan saya sudah banyak yang harus terhenti perjuangannya di FKH IPB. Yang ketiga, ini yang sebenarnya membuat miris. Meskipun kegiatan steril selalu dinanti oleh mahasiswa FKH IPB, tetapi hanya sedikit mahasiswa yang benar-benar konsen mngurusi steril. Ibaratnya saat senang banyak yang mendukung steril sedangkan saat susah ya hanya sebagian orang yang benar-benar mau berkorban demi steril. Saya adalah contoh yang bagus untuk orang yang selalu menunggu acara steril tetapi tidak perah benar-benar terlibat di dalam acaranya. Maafkan saya teman-teman.

Continue reading