29 Years Old


I’m turning 29 years old.

Sudah cukup tua karena stahunn lagi saya akan berusia 30 tahun alias kepala tiga haha. Tepatnya 5 Desember yang lalu saya berulang tahun untuk yang ke 29. Ulang tahun saya kali ini sebenarnya sangat special karena ini adalah ulang tahun pertama saya setelah menikah. Tapi, saya harus merayakan ulang tahun saya tanpa istri saya. Saat ini say sedang berada di luar negeri jadi saya hanya merayakan bersama teman-teman saya. Continue reading

M Ilman Akbar WordCamp Jakarta 2017

[WCJKT] Scale Up Your Personal Blog


blog profesional adalah blog yang secara konsisten memberikan dampak positif bagi pembacanya

M Ilman Akbar (wcjkt2017)

Tulisan ini msih berkaitan dengan WordCamp Jakarta 2017 yang baru saya ikuti. Seperti yang sudah saya janjikan bahwa saya akan membuat beberapa tulisan tentang materi di acara tersebut. Untuk yang pertama adalah pemaparan dari M Ilman Akbar. Beliau adalah seorang Digital Marketing & Analytics di Traveloka. Materi yang dibawakannya adalah tentang bagaimana Scale Up Your Personal Blog. Continue reading

WordCamp Jakarta 2017


Singkat cerita wcjkt adalah acara untuk kita semua baik developer web, blogger, SEO atau siapa saja yang ingin tahu lebih banyak tentang wordpress

Senang sekali rasanya bisa ikut WordCamp Jakarta 2017 di Hotel Ibis Styles Sunter Jakarta pada 4 November 2017 kemarin. Saya sebenarnya agak malu sih ikut acara ini haha. Kenapa saya malu karena saya sudah jarang update blog *facepalm*. Bayangkan saya yang tidak mengerti coding sama sekali berada di antara para developer profesional, serasa remah rempeyek haha. Beruntung bagi saya karena acara ini dipisah menjadi dua kelas yaitu Tech yang akan membahas semua yang berhubungan dengan coding, plugin, SEO dan lain-lain serta NonTech yang akan membahas tentang aspek non teknis yang tidak kalah oentingnya dalam dunia WordPress. Saya sendiri full ikut kelas NonTech daaan, pada bebrapa session menurut saya masih terlalu advance hehe.  Acara ini terbuka bagi siapa saja, jadi sebenarnya saya tidak perlu malu datang ke acara ini hehe. Acara ini menghadirkan narasumber yang oke, bahkan ada bebrapa yang memang bekerja di Automattic (perusahaan pemilik wordpress.com). Singkat cerita wcjkt adalah acara untuk kita semua baik developer web, blogger, SEO atau siapa saja yang ingin tahu lebih banyak tentang wordpress. Continue reading

Main Air dan makan Buah Tampoi di Air Terjun Guruh Gemurai


Air Terjun Guruh Gemurai

Kali ini saya bersama keluarga berkesempatan untuk wisata ke Air terjun Guruh Gemurai di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi sekitar 59 km dari Kota Taluk Kuantan. Sebelumnya kami berencana untuk mengisi long weekend libur natal ke Danau singkarak yang terletak di Provinsi Sumbar, akan tetapi kami mengurngkan niat karena jarak yang lumayan jauh. Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Air Terjun Guruh Gemurai, itung-itung memajukan potensi wisata lokal *tsaaah. Dan ternyata wisata lokal juga tidak kalah lho dibandingkan dengan wisata yang ada di daerah lain. Air Terjun Guruh Gemurai sendiri adalah sebuah air terjun alami yang terletak di tengah hutan. Suasananya masih sangat asri. Airnya jernih dan dingin, kebtulan bulan desember curah hujan sangat tinggi. Wisata ke Air Terjun Guruh Gemurai memiliki keasyikan tersendirI karena untuk mencapai air terjun kita harus mnuruni tangga yang lumayan panjang dan terjal. Tapi tenang saja, pihak pengelola sudah membuat tangga permanen yang saya rasa cukup aman untuk dilewati.

P_20151227_135953

Daaan menurut saya menuruni tangga menuju ke air terjun lebih menantang dibanding perjalanan pulang hehe. Bahkan ada tangga yang kemiringannya hampir 90 derajat. tapi itu semua akan terbayar dengan keindahan air terjun dan kesegaran airnya. Saya tidak tahan untuk mencoba mandi di air terjun hehe

P_20151227_140458

P_20151227_142157

  Disekitar lokasi wisata juga banyak masyarakat yang berjualan, dan mereka banyak menjula buah Tampoi, saya sendiri kurang tau apa itu buah tampoi, kalau menurut saya rasa dan bentuknya seperti manggis hehe.

Buah TampoiPotensi wisata lokal seperti Air Terjun Guruh Gemurai ini harus kita dukung dan lestarikan karena sektor pariwisata adalah sektor yang paling murah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Secara umum pengelola air terjun sudah berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik untuk para pengunjung. Hanya saja diperlukan eberapa perbaikan di beberapa sektor. Yang paling mencolok menurut saya adalah masalah sampah. Masalah klise memang, tapi itulah fakta dari wajah pariwisata indonesia. Apalagi di air terjun yang memang topografinya sangat beragam sehingga susah untuk menempatkan kantung kantung sampah. Kemudain fasilitas umum seperti kamar mandi yang tidak terpelihara dengan baik. Saya sebagai pengunjung dan warga Kuantan Singingi tentunya sangat berharap bahwa wisata lokal seperti ii bisa terus diperbaiki sehingga menjadi kebanggan Masyarakat Kuantan SIngingi.

 

 

 

 

 

Mampirlah ke Danau Singkarak


IMG_0765

Desember 2014 lalu saya berkesempatan mengunjungi danau terbesar kedua di Pulau Sumatra yaitu Danau SIngkarak. Sebenarnya saya tidak mengkhususkan diri untuk berwisata ke Danau Singkarak tetapi saya mampir sewaktu kepulangan saya dari pesta pernikahan teman saya. Nah menurut saya sangat disayangkan kalau sudah sampai di Kabupaten Solok tetapi tidak mampir ke Danau Singkarak. Kesan pertama saya saat sampai di Danau Singkarak adalah airnya yag sangat jernih sehingga saya bisa melihat ikan ikan kecil berenang di bawah air. Selain itu di sekeliling danau juga terdapat rel kereta api, sayang saya tidak melihat kereta apinya, mungkin akan jadi lebih indah jika ada kereta api batu bara yang melintas di tepi danau pasti akan terasa seperti zaman Siti Nurbaya deh haha. Panoramanya juga sangat dengan dilatari oleh Gunung  Singgalang. Sayang saya tidak bisa berlama-lama menikmati keindahan alam Danau Singkarak karena harus kembali ke rumah saya yang berjarak lebih dari 200 km. Saya sempat foto-foto dan foto selfie dan silahkan mampir di Danau Singkarak SmileIMG_0778

IMG_0822

Setelah Tujuh Tahun


Pacu Jalur

2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013 adalah tahun dimana saya melewatkan gelaran Pacu Jalur di kampung halaman saya yaitu di Kuantan Singingi. Tepat tujuh tahun yaitu tahun 2014 akhirnya saya berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung gelaran Pacu Jalur. Kebayang kan gimana rasanya ketemu sama seseorang yang sangat kita kenal kemudian berpisah selama tujuh tahun dan akhirnya ketemu lagi, ya seperti itulah yang saya alami ketika kembali menyaksikan Pacu Jalur (-maaf ya bahasanya agak lebay hihi-). Tapi jujur saya memang merasa nervous juga haha. Selama ini saya hanya mendengar kabar bahwa event nasional kebanggan Kuantan Singingi ini sudah berubah menjadi lebih meriah dibandingkan tujuh tahun yang lalu. Yang ada dalam benak saya apa iya menjadi jauh lebih meriah? Kalau memang lebih meriah, semeriah apa sih gelarannya sekarang? dan berbagai pertanyaai skeptis lainnya. Ditambah lagi kali ini saya datang ke gelaran Pacu Jalur dengan status yang berbeda, saya sejak tahun 2011 telah menasbihkan diri saya sebagai enthusiast photographer (– aiiiih mateeee hahahaha-) Smile with tongue out Smile with tongue out Smile with tongue out. Jadi kali ini saya datang ke Pacu Jalur dengan sebuah misi mulia yaitu ingin mendokumentasikan Pacu Jalur dengan cara saya sendiri.

Pacu Jalur

Pacu Jalur

Persiapan sudah saya lakukan, tetapi tetap saja saat hari –H semuanya jadi agak berantakan. Berantakan yang pertama adalah saya terjebak macet hehe. Iya macet, kota Taluk Kuantan menjadi lautan manusia. Mobil saya sudah tidak bisa bergerak, semua parkiran penuh dan beberapa ruas jalan ditutup. Jangankan mengunakan mobil, berjalan kaki saja sudah sulit. Berantakan yang kedua adalah lensa tele saya yang mulai berulah. Setelah satu tahun saya beli, lensa tele murah meriah unyu-unyu Smile with tongue out si Tamron AF (70-300 mm) 1:4-5.6 sering tidak matching dengan Canon 60D saya Sad smile. Berkali-kali pesan “Err 01” muncul di layar kamera saya, rasanya saya pengen ganti lensa saya dengan lensa tele Canon seri L, tapi apalah daya hahaha. Singkat cerita saya hampir gagal (-jika tak mau disebut gagal total-) mendokumentasikan Pacu Jalur.

Pacu Jalur

pacu jalur

Tapi terlepas dari ke-rempong-an saya dan ke-berantakan-an saya saya puaaaas.Kangen selama tujuh tahun tuntas sudah. Pacu Jalur memang sudah banyak bersolek selama tujug tahun terakhir. Applause buat semua stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan Pacu Jalur. Gadis kecil bernama Pacu Jalur yang saya kenal tujuh tahun lalu saya kenal sekarang sudah semakin matang dan semakin elok parasnya. Jujur sebagi masyarakat Kuantan Singingi saya bangga dengan Pacu Jalur yang terus membaik. pengunjung yang semakin ramai. Sekarang impian untuk menjadikan Pacu Jalur sebagai event internasional rsanya bukan hal yang mustahil dalam kurun waktu 20 atau 30 tahun lagi. Tapi tentunya hal itu tidak mudah. Satu pertanyaan yang harus kita renungkan bersama adalah adakah katu yang bisa kita buat menjadi jalur pada 20 atau 30 tahun mendatang?

yah, walaupun saya tidak sukses mendokumentasikan pacu jalur, mungkin memang pacu jalur tidak perlu didokumentasikan karena memang sudah terpatri dalam ingatan saya Smile

Pacu Jalur

Pacu Jalur

Pacu Jalur

Pacu Jalur

Pacu Jalur

Pacu Sampan


 

Pacu Jalur Mini

Keadaan alam mempunyai kaitan yang sangat kuat dengan kebudayaan pada satu daerah. Seperti yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (INHU). Salah satu keadaan alam yang mempengaruhi kebudayaan di Kab. Inhu adalah sungai Indragiri. Bisa diibaratkan sungai Indragiri adalah pembuluh darah nadi dari Kab. Inhu. Nama Kabupaten Indragiri Hulu sendiri juga diambil dari nama sungai yang mengaliri daerahnya. Cerita tentang kemashuran kerajaan, hikayat-hikayat kuno hampir selalu berhubungan dengan sungai ini.

Pacu Jalur Mini

Nah, kali ini saya akan bercerita tentang kebudayaan yang sangat erat dengan sungai yaitu Pacu Sampan. Pacu bisa diartikan “balap” sehingga sesuai namnya Pacu Sampan adalah balap sampan. Sama dengan pertandingan sepak bola Pacu Sampan mempertandingkan dua sampan dengan panjang sekitar 10 meter dan didayung oleh 10 orang pendayung atau yang disebut anak pacu. Sistem yang digunakan adalah sistem gugur, jadi sampan yang kalah tidak akan bertanding lagi. Pertandingan Pacu Sampan disebut “Ilir” ini dimaksudkan karena pacu sampan diadakan searah dengan arus sungai atau menuju hilir sungai. Sampan akan beradu kecepatan pada lintasan lurus dengan jarak 500 m. Setiap menepuh 100 m akan ada penanda yang disebut pancang, jadi total ada tujuh pancang termasuk pandang start dan pancang finish. Pada Pacu Sampan juga dikenal istilah “putus” tapi ini bukan putus yang sedang marak d kalangan anak muda loh ya *mrgreen*, putus adalah istilah ketika salah satu sampan telah meninggalkan lawannya sehingga buritan sampan sudah melewati anjungan sampan lawan. Akan menjadi tidak seru apabila sebuah ilir (pertandingan) sudah putus pada pancang kedua, artinya kekuatan kedua sampan tidak berimbang. Sebaliknya sangat menarik apabila sampan yang sudah putus (sudah ditinggalkan lawannya) bisa mebaikkan keadaan dan keluarsebagai pemenang. Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal unik yang ada di Pacu Sampan, tapi saya cukupkan dulu ya sampai disini, nanti akan saya sambung lagi sekalian saya ceritakan tentang Pacu Jalur. Apa itu Pacu Jalur? tunggu di postingan saya selanjutnya Smile.

Pacu Jalur Mini

Penggunaan GIS dalam dunia Satwa Liar


IMG_4629

Definisi Geographical Information System (GIS) menurut laman (www.esri.com) adalah sistem yang memungkinkan kita untuk memvisualisasikan, menganalisa, mengintepretasikan data, dan memahami data untuk mengetahui hubungan, pola, dan tren dari informasi yang kita dapatkan. GIS adalah sistem yang majemuk. Penggunaan GIS awalnya hanya terbatas pada militer saja, tetapi seiring dengan kemajuan zaman GIS sudah diaplikasikan ke banyak bidang. Di dunia satwa liar GIS sangat berguna untuk melakukan survey. Dengan GIS kita bisa melacak kembali keberadaan satwa liar untuk kemudian dianalisa. Misalnya kita ingin mengetahui penyebaran suatu spesies satwa liar tertentu di suatu daerah. Yang akan kita lakukan adalah turun ke lapangan untuk mendeteksi keberadaan satwa tersebut. Apabila kita bertemu dengan satwa yang kita maksud atau menemukan keberadaan satwa liar tersebut maka kita bisa menandai daerah tersebut mengunakan GIS. Penandaan suatu daerah menggunakan GIS menjadi sangat berguna karena penandaan ini bersifat internasional. Meskipun peralatan yang digunakan berbeda-beda tetapi akan menunjukkan titk yang sama. Setelah dilakukan penandaan langkah selanjutnya adalah analisa data menggunakan piranti lunak di komputer. Titik-titik penemuan satwa liar yang kita tandai menggunakan GIS bisa kita lihat dalam bentuk peta sehingga kita bisa melihat persebaran satwa liar dengan lebih menyeluruh. Analisa GIS tidak berhenti sampai disana. Kita bisa mengabungkan data yang kita peroleh misalnya dengn ketersediaan pakan untuk satwa tersebut. Dari penggabungan peta tersebut kita dapat menarik kesimpulan apakah ada hubungan antara penyebaran satwa liar dengan ketersediaan pakan atau tidak. Ini hanyalah salah satu contoh implementasi penggunaan GIS dalam dunia satwa liar. Masih banyak lagi kegunaan lain yang bisa dilakukan GIS untuk membantu mensejahterakan satwa liar.

IMG_4642

Workshop GIS FKH Universitas Gadjah Mada 21 Desember 2013.

Pantai Indrayanti (Pantai Pulang Sawal)


Pantai Indrayanti

Pantai, kali ini saya mau cerita tentang Pantai Indrayanti atau Pantai Pulang Sawal. Pantai ini terletak di bagian selatan provinsi DI Yogyakarta. Pantai ini terletak di Kabupaten Gunung Kidul, kurang lebih 71 km dari Kota Yogya. Belum banyak yang tahu tentang pantai ini. Selain letaknya yang terpencil (cukup jauh dari kota Yogya) Pantai ini juga masih kalah populer dibanding pantai-pantai lainya di Yogya seperti Pantai Parangtritis atau Pantai Baron. Tapi justru hal ini yang menjadi magnet bagi saya untuk mengunjungi pantai ini. Saya mendapat informasi tentang pantai ini dari beberapa review di internet. Akhirnya pada liburan Natal kemaren saya mengunjungi pantai ini. Dan ekspektasi saya tidak berlebihan, pantai ini memang worth to visit. Pertama, pantai ini masih belum terlalu ramai, masih jarang wisatawan yang datang kesini sehingga pantai ini nyaman untuk dikunjungi. Kedua, pantai ini masih bersih, tidak banyak sampah, semoga masih tetap bersih seperti ini. Yang ketiga adalah pemandangan yang ada di pantai ini sangat indah. Ada bagian pantai yang berisi karang dan bukit batu, di bagian lain pantai terdapat pasir coklat yang cukup landai. Di sepanjang pantai disewakan payung-payung untuk beristirahat menikmati pemandangan pantai. Di Pantai ini juga terdapat beberapa gazebo atau warung yang menyediakan makanan seafood dengan harga yang tidak terlalu tinggi atau masih dalam kisaran wajar. Pengalaman saya ada beberapa tempat wisata yang mematok harga yang tidak wajar.

Saya mengunjungi Pantai ini dengan menggunakan sepeda motor. Waktu tempuh saya kurang lebih sekitar 2,5 jam dari kota Yogya. Perjalanan saya cukup nyaman karena jalan menuju Pantai Indrayanti cukup baik. Bahkan di beberapa ruas jalan di daerah Gunung Kidul baru selesai di perbaiki. Yang perlu dipersiapkan adalah bahan bakar karena di sepanjang jalan menuju Pantai Indrayanti masih belum banyak SPBU. Hanya tersedia bahan bakar eceran dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan di SPBU.

Sebenarnya saat saya mengunjungi pantai ini cuaca sedang tidak baik. Musim hujan membuat langit tidak terlihat secerah biasanya. Akibat hujan saya juga tidak bisa leluasa mengambil foto karena takut kamera saya basah. Semoga lain kali saya bisa mengunjungi pantai ini saat cuaca sedang cerah, karena saya sangat suka dengan langit cerah berwarna biru.

Pantai Indrayanti

Bagian Pantai yang Landai

IMG-20131226-WA0002

Pantai Santolo (Pameungpeuk, Garut)


IMG_2551

Yang ada di benak saya ketika mendengar kata pantai adalah pasir putih, bibir pantai yang landai serta ombak yang berdebur manja –ini maksudnya apa haha-. Ekspektasi saya tidak berlebihan ketika saya dan teman teman saya berencana mengunjungi Pantai Santolo di Kec. Pameungpeuk Kab. Garut. Benar, pantainya masih bersih, sampah tidak (belum) berserakan, hutan bakau masih asri dan segala atribut lengkap sebuah pantai.

Hari itu minggu pagi. Setiap hari minggu KUD peternak susu di wilayah Cikajang, Cisurupan dan Bayongbong libur sehingga saya dan teman-teman saya yang sedang magang juga ikut libur atau meliburkan diri –terserah lebih suka menyebut yang mana-. Kami berangkat ke pamengpeuk menggunakan sepeda motor salah satu teman saya si wisnu nyeletuk “touring bro” langsung disambut gelak tawa kami semua. Total yang berangkat ada enam orang, saya, joni, wisnu, shandy, putri dan ranti. Sebenarnya ada tujuh orang yang magang di daerah garut tapi si Rio tidak bisa ikut karena ada urusan keluarga. Kami berkumpul di cikajang agar lebih dekat dengan pamengpeuk. kami sudah siapkan dua sepeda motor, motor saya dan motor joni tapi total yang berangkat ada 6 orang, berarti kami harus mendapatkan satu motor lagi gar bisa mengangkut kami semua. Sebenarnya untuk mengakses pantai santolo kita bisa menggunakan kendaraan umum minibus jurusan pamengpeuk. Dijamin tidak menguras kantong tetapi menguras perut karena supirnya jebolan fast furious semua –haha bercanda-. Saya juga heran mengapa semua supir minibus ini mengemudikan minibusnya dengan kecepatan tinggi dan cenderung ugal-ugalan. Mungkin faktor jarak yang harus ditempuh sangat jauh sehingga memaksa mereka untuk ngebut. kembali ke cerita sepeda motor, ternyata setelah kita cari di sekitar pasar Cikajang tidak ada rental sepeda motor. Tim yang awalnya semangat kini mulai kendur. Cuma saya dan joni yang masih berusaha mencari motor, cewek-cewek sudah mulai bete. Akhirnya kita menggunakan opsi terakhir, kita merayu tukang ojek agar mau menyewakan motornya. setelah perdebatan panjang akhirnya kita dapat pinjaman motor. Ya setelah kita menjual nama KUD Cikajang haha jadi saya bilang ke tukang ojek itu bahwa jika terjadi apa-apa silahkan cari kami di KUD Cikajang. Akhirnya mereka percaya dan mengajukan tawaran 100 ribu rupiah untuk satu hari. Iya, seratus ribu rupiah, ya jauh lebih mahal dengan tarif sewa motor di bogor haha. Yang mahal adalah kepercayaanya. Masalah motor beres dan advneture is begin.

Saya bukan termasuk orang yang addict bepergian dengan motor, tetapi bepergian ke pamengpeuk dengan menggunakan motor membuat saya sedikit merasakan nimatnya touring dengan sepeda motor. Jalan dari Cikajang ke Pamengpeuk berbelok belok, beberapa tikungan sangat tajam, yang membuat perjalanan ini menyenangkan adalah aspal yang masih mulus dan pemandangan kebun the yang menyejukkan mata. Di Cikajang terdapat baliho besar bergambar kang Aher yang isinya tentang perbaikan jalan Cikajang Pamengpeuk. Salut buat gubernur jawa barat ini, tapi sayang aspal mulus ternyata tidak sepanjang jalur Cikajang-Pamengpeuk, hanya di cikajang dan pamengpeuk nya saja sih menurut saya, tengah-tengah ya aspal bergelombang dengan tambalan dimana-mana. Lupakan, yang penting saya saya bisa memacu motor pinjaman dari tukang ojek dengan kecepatan 80 km/jam. Beberapa kali putri teriak mengingatkan saya agar tidak ngebut hihi.

Dua jam perjalanan dan kita sampai di Pantai Santolo, berbekal GPS kami sukses sampai pantai tanpa nyasar. Sampai di pantai si Wisnu langsung teriak This is Braziiiiiiiiiil sungguh saya tidak tahu apa maksudnya tapi beberapa detik kemudian kami tertawa bersama sama. Pantainya benar-benar asik. harapan saya kebersihan pantai seperti ini bisa tetap dijaga. Selanjutnya kami makan siang di salah satu warung makan. Kami memesan cumi-cumi 1 kg. harganya Rp. 70.000,- ditambah nasi dan es the kurang lebih kena seratus ribu untuk berlima. lumayan bersahabat untuk kantung mahasiswa. Setelah makan kami istirahat dan sholat dzuhur. Nah, ini yang menjadi masalah di beberapa pantai yang saya kunjungi, masalah air. Ya, memang di laut banyak air, tapi air asin, bukan air tawar yang bisa digunakan untuk mandi dan bersih serta berwudhu. Selain itu banyak juga pengunjung yang beristirahat di dalam masjid sehingga masjid terlihat berantakan dan tidak rapi

Selepas sholat dzuhur lanjut foto-foto lagi kemudian kami pulang kembali ke cikajang dengan badan abu asin hihi

IMG_20130920_212729

IMG_2156

IMG_2470

IMG_2495