Pantai Santolo (Pameungpeuk, Garut)


IMG_2551

Yang ada di benak saya ketika mendengar kata pantai adalah pasir putih, bibir pantai yang landai serta ombak yang berdebur manja –ini maksudnya apa haha-. Ekspektasi saya tidak berlebihan ketika saya dan teman teman saya berencana mengunjungi Pantai Santolo di Kec. Pameungpeuk Kab. Garut. Benar, pantainya masih bersih, sampah tidak (belum) berserakan, hutan bakau masih asri dan segala atribut lengkap sebuah pantai.

Hari itu minggu pagi. Setiap hari minggu KUD peternak susu di wilayah Cikajang, Cisurupan dan Bayongbong libur sehingga saya dan teman-teman saya yang sedang magang juga ikut libur atau meliburkan diri –terserah lebih suka menyebut yang mana-. Kami berangkat ke pamengpeuk menggunakan sepeda motor salah satu teman saya si wisnu nyeletuk “touring bro” langsung disambut gelak tawa kami semua. Total yang berangkat ada enam orang, saya, joni, wisnu, shandy, putri dan ranti. Sebenarnya ada tujuh orang yang magang di daerah garut tapi si Rio tidak bisa ikut karena ada urusan keluarga. Kami berkumpul di cikajang agar lebih dekat dengan pamengpeuk. kami sudah siapkan dua sepeda motor, motor saya dan motor joni tapi total yang berangkat ada 6 orang, berarti kami harus mendapatkan satu motor lagi gar bisa mengangkut kami semua. Sebenarnya untuk mengakses pantai santolo kita bisa menggunakan kendaraan umum minibus jurusan pamengpeuk. Dijamin tidak menguras kantong tetapi menguras perut karena supirnya jebolan fast furious semua –haha bercanda-. Saya juga heran mengapa semua supir minibus ini mengemudikan minibusnya dengan kecepatan tinggi dan cenderung ugal-ugalan. Mungkin faktor jarak yang harus ditempuh sangat jauh sehingga memaksa mereka untuk ngebut. kembali ke cerita sepeda motor, ternyata setelah kita cari di sekitar pasar Cikajang tidak ada rental sepeda motor. Tim yang awalnya semangat kini mulai kendur. Cuma saya dan joni yang masih berusaha mencari motor, cewek-cewek sudah mulai bete. Akhirnya kita menggunakan opsi terakhir, kita merayu tukang ojek agar mau menyewakan motornya. setelah perdebatan panjang akhirnya kita dapat pinjaman motor. Ya setelah kita menjual nama KUD Cikajang haha jadi saya bilang ke tukang ojek itu bahwa jika terjadi apa-apa silahkan cari kami di KUD Cikajang. Akhirnya mereka percaya dan mengajukan tawaran 100 ribu rupiah untuk satu hari. Iya, seratus ribu rupiah, ya jauh lebih mahal dengan tarif sewa motor di bogor haha. Yang mahal adalah kepercayaanya. Masalah motor beres dan advneture is begin.

Saya bukan termasuk orang yang addict bepergian dengan motor, tetapi bepergian ke pamengpeuk dengan menggunakan motor membuat saya sedikit merasakan nimatnya touring dengan sepeda motor. Jalan dari Cikajang ke Pamengpeuk berbelok belok, beberapa tikungan sangat tajam, yang membuat perjalanan ini menyenangkan adalah aspal yang masih mulus dan pemandangan kebun the yang menyejukkan mata. Di Cikajang terdapat baliho besar bergambar kang Aher yang isinya tentang perbaikan jalan Cikajang Pamengpeuk. Salut buat gubernur jawa barat ini, tapi sayang aspal mulus ternyata tidak sepanjang jalur Cikajang-Pamengpeuk, hanya di cikajang dan pamengpeuk nya saja sih menurut saya, tengah-tengah ya aspal bergelombang dengan tambalan dimana-mana. Lupakan, yang penting saya saya bisa memacu motor pinjaman dari tukang ojek dengan kecepatan 80 km/jam. Beberapa kali putri teriak mengingatkan saya agar tidak ngebut hihi.

Dua jam perjalanan dan kita sampai di Pantai Santolo, berbekal GPS kami sukses sampai pantai tanpa nyasar. Sampai di pantai si Wisnu langsung teriak This is Braziiiiiiiiiil sungguh saya tidak tahu apa maksudnya tapi beberapa detik kemudian kami tertawa bersama sama. Pantainya benar-benar asik. harapan saya kebersihan pantai seperti ini bisa tetap dijaga. Selanjutnya kami makan siang di salah satu warung makan. Kami memesan cumi-cumi 1 kg. harganya Rp. 70.000,- ditambah nasi dan es the kurang lebih kena seratus ribu untuk berlima. lumayan bersahabat untuk kantung mahasiswa. Setelah makan kami istirahat dan sholat dzuhur. Nah, ini yang menjadi masalah di beberapa pantai yang saya kunjungi, masalah air. Ya, memang di laut banyak air, tapi air asin, bukan air tawar yang bisa digunakan untuk mandi dan bersih serta berwudhu. Selain itu banyak juga pengunjung yang beristirahat di dalam masjid sehingga masjid terlihat berantakan dan tidak rapi

Selepas sholat dzuhur lanjut foto-foto lagi kemudian kami pulang kembali ke cikajang dengan badan abu asin hihi

IMG_20130920_212729

IMG_2156

IMG_2470

IMG_2495

3 thoughts on “Pantai Santolo (Pameungpeuk, Garut)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s