IPB Green Living Movement (IGLM) #2


Tahun ini kembali saya berkesempatan untuk mengikuti cara IPB Green Living Movement di kampus saya. Acara ini merupakan hasil dari kerja sama Kompas Kampus, Tupperware dan IPB. Sebelumnya, setahun yang lalu saya juga mengikuti acara yang sama. Tentu saja yang menarik dari acara ini adalah workshop fotografinya. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini ada tambahan materi yaitu tentang citizen jurnalism atau jurnalisme warga.

Pembicara fotografi kali ini adalah pewarta foto harian Kompas yaitu Raditya Helabumi. Dengan semua rasa “kepo” dan “fudul” yang saya miliki saya pun segera mengetikkan nama Mas Radit di google, dan……….. *drumroll…. Luar biasa, beliau sudah benyak memenangi banyak sekali penghargaan fotografi. Beruntung sekali saya bisa bertemu beliau di workshop fotografi ini. Dalam diskusi singkat (seharusnya panitia memberi waktu lebih Smile) ini beliau banyak menyampaikan bahwa fotografi adalah sebuah proses belajar. Alat hanyalah faktor pendukung, faktor utama terletak kepada kepekaan dan kecerdikan fotografer dalam merangkai objek menjadi suatu frame yang menarik. Kepekaan dan kecerdikan sendiri bukan merupakan hal yang mudah untuk dipelajari. Perlu banyak latihan untuk mendapatkan kepekaan tersebut. Tentunya jam terbang yang tinggi juga berpengaruh terhadap kepekaan dalam fotografi. Seorang fotografer harus berfikir terlebih dahulu akan jadi seperti apa frame yang akan dihasilkan. Proses kreatifnya adalah dengan menentukan pesan apa yang ingin kita sampaikan, setelah itu dengan objek dan cahaya yang ada kita sampaikan pesan yang telah kita fikirkan sebelumnya. Intinya kenali dulu keadaan sekitar, pikirkan akan jadi seperti apa foto kita, tentukan teknik yang akan digunakan dan yang terakhir adalah “jepreeeeet”.

Satu lagi yang menarik dari mas Radit adalah quote dari beliau yang mengatakan bahwa seorang fotografer dituntut untuk tidak hanya peka terhadap objek fotografi, tetapi juga harus peka terhadap kemanusiaan. Misalnya kita melihat sebuah objek foto human interest yang menarik, maka tidak seharusnya kita mengambil gambar tersebut tanpa izin. Ada baiknya kita terlebih dahulu berkomunikasi dengan objek yang akan kita foto.  Mungkin momen indah seperti itu tidak akan terulang lagi, tetapi sebagai manusia kita tetap harus berempati terhadap lingkungan sekitar kita. Jika ini kita terapkan tentu fotografi benar-benar menjadi sebuah proses pembelajaran kehidupan.

Selain wawasan fotografi dari mas Radit, saya juga mendapat materi tentang jurnalisme warga dari mbak Brigitta Isworo. Seorang wartawan wanita yang dengan passionnya membuat saya malu terhadap diri saya sendiri. Mbak Brigitta begitu bersemangat. Beliau mengatakan bahwa jurnalisme warga berasal dari rasa ingin berbagi dari masyarakat. Berbagi berita, berbagi informasi, ataupun berbagi cerita. Setiap orang saat ini bisa berperan sebagai reporter. Adanya media sosial juga sangat mendukung berkembangnya jurnalisme warga. Media sosial seperti twitter dan facebook sangat memudahkan masyarakat untuk berbagi. Dalam jurnalisme warga kita tidak perlu merasa minder cerita yang kita sampaikan tidak bagus atau tidak bermutu. Bisa jadi cerita atau informasi yang kita anggap biasa adalah informasi yang luar biasa bagi orang lain. Yang perlu diperhatikan dalam jurnalisme warga adalah kejujuran dan niat tulus dalam berbagi. Ketika kita menyampaikan suatu informasi ke ruang publik, maka hendaknya informasi tersebut bukan berita bohong.

Dan yang paling berkesan adalah semangat yang diberikan secara langsung oleh mbak Brigitta kepada saya. Beliau berkata bahwa untuk menjadi seorang jurnalis warga saya harus percaya diri, harus menanamkan rasa bahwa dengan niat dan cara yang baik akan menhasilkan sesuatu yang baik pula. Dan secara khusus saya diajak berfoto bersama mbak Brigitta. Thank’s Mbak Brigitta Smile.

Terkahir saya ingin berbagi quote dari mbak Brigitta tentang passion dan tentang bagaimana seharusnya memaknai pekerjaan.

“Wartawan bukan sebuah pekerjaan, melainkan sebuah hobi” begitu mbak Brigitta memaknai pekerjaannya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s