Keraton Solo


Selain ke Ketep dan Prambanan, liburan akhir tahun lalu saya juga mengunjungi Keraton Solo. Ya, keraton ini terletak di kota solo. Secara silsilah keraton ini lebih tua lho dibandingkan keraton jogja. Dulu kala ada pergerakan di dalam kekuasaan keraton solo sehingga terbentuklah keraton jogja.

Seperti layaknya istana, ketika kita mengunjungi kerato solo pun ada beberapa aturan yang harus diikuti. Salah satunya adalah tidak boleh menggunakan sandal ketika masuk ke area tempat tinggal raja. Selain tidak boleh mengunakan sandal kita juga tidak boleh menggunakan pakain yang terbuka. Tingkah laku kita juga terus diperhatikan oleh abdi dalem yang ada di sana. Kita tidak boleh berfoto di sembarang tempat. Maksudnya tentu saja untuk menghormati tempat tersebut.

Cukup banyak yang bisa dilihat di keraton solo. Terutama di bagian musiumnya. Banyak koleksi keret kuda yang usdah  berusia puluhan tahun. Tapi sayang, banyak yang tidak terawat. Terutama kereta jenazahnya, sudah banyak bagian kayu yang lapuk.

4 thoughts on “Keraton Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s