Kehidupan bebas Galau di Kampung Baduy


Tulisan saya kali ini bukan tentang iklan salah satu provider yang menggunakan kata-kata galau. Tulisan ini saya buat karena banyak sekali yang menanyakan penglaman saya ke kampung Baduy beberapa waktu lalu. Sebenarnya juga tidak banyak juga yang menanyakan (hihihi) tapi menurut saya sayang sekali jika pengalaman ini tidak saya tuliskan di sini.

Banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik selama perjalanan saya ke kampung baduy. Diantara pelajaran itu saya ingin menceritkana bagaimana masyarakat baduy menghadapi perasaan galau yang melanda mereka. Pemilihan topik galau ini juga tanpa tendensi apa-apa kok, hanya saja sepertinya saya perlu mengangkat topik ini untuk mengurangi kegalauan anak muda indonesia. Beberapa hal yang membuat hidup masyarakat Baduy bebas galau adalah beberapa hal berikut:

  • Mengambil sesuatu secukupnya atau tidak berlebih-lebihan

Masyarakat baduy bukan masyarakat yang boros, setidaknya begitu yang saya lihat dari sudut pandang saya. Mereka mendapatkan semua kebutuhannya dari alam. Mata pencaharian utama mereka adalah bertani. Mereka memiliki lahan yang cukup luas. Lahan pertanian ini milik desa atau kampung mereka. Semua warga kampung Baduy bebas menggarap lahan tersebut tanpa boleh memiliki lahan tersebut. Itu menjadi salah satu bukti bahwa mereka tidak serakah.

  • Hidup Menyatu dengan alam

Pola kehidupan masyarakat Baduy bisa dikatakan sangat ekologis. Mereka tidak menggunakan bahan kimia. Mereka sangat menjaga alamnya. Alasannya sangat sederhana, kehidupan mereka sangat bergantung kepada alam, jika mereka tidak menjaga lingkungan mereka dengan baik maka yang rugi mereka sendiri. Lingkungan yang bebas dari segala bentuk polusi baik itu polusi udara, suara dan lain lain membuat mereka terbebas dari galau.

  • Tidak ada kesenjangan sosial

Masyarakat baduy menggunakan pakaian yang sama, bentuk rumah yang sama dan masih banyak lagi keseragaman dalam kehidupan mereka. Tidak ada yang memakai baju yang lebih mahal atau mempunyai rumah yang lebih besar atau lebih bagus. Semuanya ini membuat mereka merasa setara. Tidak akan ada kegalauan yang berasala dari pribadi yang merasa inferior.

Inilah yang disebut dengan kearifan lokal. Suatu kebijaksanaan dalam menjalani hidup. Sudah saatnya kita kemabil menggali nilai-nilai luhur yang sudah diwariskan oleh nenek moyang kita.

5 thoughts on “Kehidupan bebas Galau di Kampung Baduy

  1. baru “ngeh” kalo agung bikin tulisan ttg baduy di sini ^^ ternyata bener ya yang gw baca dari buku bhs sunda waktu jaman sd-smp… Baduy emang tempat bebas galau🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s