Amazing Art (Cerita setelah nonton RASSA)


Sebelumnya saya ingin minta izin dulu kepada penyelenggara RASSA (Ruang Apresiasi Seni dan Sastra). Saya sudah berani menulis tentang RASSA ini tanpa minta izin dulu. Mudah-mudahan diizinkan.

Rabu 30 maret 2011 bertempat di Ruang Pinus 2 IPB saya bersama teman saya mengikuti acara seni yang bertajuk RASSA. Acara seni ini diadakan oleh WTS (Wahana Telisik Seni dan Sastra) ini menurut saya cukup menarik. Selain acaranya yang gratis atau tidak dipungut biaya apapun, seni yang ditampilkan juga berhasil membuat peserta yang hadir bertepuk tangan meriah.

Menurut penyelenggara acara ini rutin diadakan setiap bulan. Dan pada tanggal 30 maret 2011 lalu sudah edisi yang ke 11. Saya sebagai mahasiswa IPB ikut merasa bangga dengan eksistensi acara ini. Adanya acara ini semakin membuka mata saya terhadap komplitnya kampus pertanian ini. Tidak hanya bidang IPTEK yang berkembang tetapi juga bidang SENI.

Acara yang dihadirkan dalam RASSA ini cukup beragam. Sejauh ini saya baru mengikuti dua kali acara ini dan pada dua edisi yang berbeda ini saya disuguhi sesuatu yang berbeda pula. Mulai dari musik, lukisan, fotografi, puisi, tari, dan masih banyak yang lain. Pengisi acaranya juga berasal dari berbagai macam latar belakang tapi tidak mengurangi keindahan seni yang ditampilkan, malah semakin menambah keindahannya.

Sebagai mahasiswa tentunya hari-hari kita diisi dengan kuliah dan tugas yang diberikan. Selain kuliah dan tugas, kegiatan organisasi dan berbagai problema hidup mahasiswa kadang membuat kita penat. Acara-acara seperti RASSA ini bisa menjadi alternatif untuk menghilangkan kepenatan itu. Ada kalanya otak kita butuh istirahat. Selain sebagai sarana refreshing menurut saya RASSA juga memberikan wawasan baru tentang seni. Dari acara inilah saya mendapat gambaran ternyata dengan seni pun kita bisa membuat sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi kehidupan.

Sesuatu yang menurut saya unik dalam acara ini selain yang saya sebutkan di atas adalah para peserta diberi kesempatan langsung untuk memberi apresiasi atau bahkan kritik dan saran terhadap seni yang ditampilkan. Tentunya ini menjadi sangat bermanfaat bagi orang awam seperti saya. Peserta yang hadir pun membuat saya nyaman karena walaupun tidak saling kenal, mereka menunjukkan sikap yang sangat bersahabat, bahkan sudah seperti keluarga. Bahkan di akhir acara ada kejutan karena salah satu pengisi acara ada yang berulang tahun.

Terakhir saya sekali lagi mengucapkan apresiasi yang terhadap acara ini sekaligus mengungkapkan rasa kagum saya. Bagaimana tidak acara ini tidak diadakan oleh organisasi intra kampus tetapi dapat eksis di kampus. Saya berharap kedepan akan semakin banyak acara-acara positif seperti ini tentunya sesuai dengan proporsinya.

Pesan sponsor: Untuk kelangsungan acara ini, WTS membuka toko buku, tetapi maaf saya lupa apa namanya. Semangat!

10 thoughts on “Amazing Art (Cerita setelah nonton RASSA)

  1. Trimakasih banyak kawan atas apresiasinya, salam kenal, semoga kita bisa berbagi lagi dalam setiap acara RASSA. Tanggal 30 Mei nanti ada RASSA spesial di audit toyib, ada pertunjukan dari teater savana, gratis. Dateng ya kawan….

  2. hihi, terimakasyi sudah menulis tentang RASSA. datang terus yaaaa tiap bulan, utk mengapresiasi atau mgkn utk tampil sbg pengisi acara, boleh juuuga (=
    oiya, nama toko bukunya Warung Buku, di balebak tmpt-y. Shelter ukf itu lhoh. Murah2 lho, silakan berkunjuuuung (=

    .ika – wts.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s