Ternyata Antri itu susah


Ayo Antri

Setuju atau tidak, antri itu susah. Saya memang tidak memliki data yang valid untuk menyatakan hal tersebut. Saya mengatakan demikian hanya berdasarkan pendapat saya saja. Banyak orang-orang di sekitar saya yang masih belum menerapkan budaya ini. Meskipun saya lingkungan saya adalah lingkungan yang intelek (mahasiswa).

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 8 Maret 2011. Saya mengantri pada sebuah mesin ATM. Hari itu cukup banyak yang mengantri. Mungkin karena tanggal muda. Tujuan saya adalah mengambil uang untuk membayar uang kuliah. Saat itu saya tidak sendiri, beberapa teman saya juga ikut mengantri. Cukup lama saya mengantri, 15 menit lebih. Akhirnya hanya tinggal satu orang di depan saya. Dan, eh… tiba-tiba ada teman saya yang baru datang langsung berdiri di samping saya. Saya sih langsung paham maksud dan tujuan teman saya ini. Pasti dia akan masuk ATM bersama saya (dengan kata lain dia menyerobot antrean). Ibu yang antri di belakang saya pun marah-marah. Malahan ibu tersebut sempat berkata “mahasiswa ga sopan amat sih”. Ini bukan kejadian yang pertama. Boleh dibilang kejadian seperti ini sudah sangat sering saya alami. Bahkan saya hampir menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Tetapi kejadian hari itu mengingatkan saya bahwa itu adalah tindakan yang salah. Jujur saat itu saya sangat malu sekali. Walaupun bukan saya pelakunya.

Fenomena antri ini menurut saya sangat menarik. Di lingkungan kampus saya, hal yang saya ceritakan di atas sepertinya sudah dianggap seuatu yang wajar. Padahal orang-orang yang berada di lingkungan kampus adalah orang-orang yang berpendidikan. Alasannya simpel, sedang terburu-buru atau ingin cepat. Beberapa waktu lalu melalui twiiter saya membaca berita bahwa anggota DPR juga malas antri (sumber). Wow, jadi apakah memang bangsa ini susah untuk membudayakan antri?. Padahal kita kan sering antri, antri BBM, antri sembako, dan masih banyak antri-antri yang lain yang mungkin hanya terjadi di negara kita ini. Tapi sepertinya latihan antri itu belum cukup untuk mebuat kita memiliki budaya antri.

9 thoughts on “Ternyata Antri itu susah

  1. hmmm.. gw orangnya males ngantri, jadi kalo antrian panjang mending ga ikut ngantri.. (bukan nyerobot loooh) kalo udah sepi baru ngantri… wakakakakak

    gw ga suka diserobot, jd ga mau nyerobot.. hehe :p

  2. bener banget mas..
    sering kejadian kayak gini.. jadi saya menyiasatinya dengan antri pas jam-jam sepi, misalnya abis subuh atau malem2..hehehe..

  3. “Dan, eh… tiba-tiba ada teman saya yang baru datang langsung berdiri di samping saya.” semoga beliau baca postingan ini… hahah

    kalo ane gan, mendingan ke ATM jam 9 malam… itung-itung puasa dulu sampe jam segitu kalo dompet udah ga napas lagi,… hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s