Gaya Baru Malam Selatan


“Perhatikan jalur delapan dari arah selatan akan melintas kereta Gaya Baru Malam Selatan tujuan akhir Surabaya”

Siang itu tepatnya 2 Februari 2011 pukul 11:21 saya dan rekan saya Disfa sedang berada di Stasiun Jakarta Kota. Kami berniat untuk berlibur ke Jogjakarta. Siang itu penumpang cukup ramai, mungkin karena sudah jam setengah dua belas juga jadi penumpang yang akan menggunakan kereta Gaya Baru (Gaya Baru Malam Selatan) sudah mengantri di peron. Kami ke loket tiket, dan uups… sudah terpasang tulisan “Gaya Baru Malam Tanpa Tempat Duduk” apes deh heheheh. Sebenernya sebelum kami ke loket seorang bapak-bapak dengan seragam security menghampiri kami dan bertanya “arep nengdi?” karena cuma saya yang mengerti bahasa jawa saya jawab “jogja pak” beliau kembali bertanya “arep kursi ora?” saya terdiam, tapi “ga deh pak, makasih”. Akhirnya kami ke loket dan memesan dua tiket ke Jogja, lumayan Rp. 31.500,- . Dan apa yang kami bayangkan ternyata terjadi, gerbong cukup penuh tapi untungnya masih ada beberapa kursi yang masih kosong. Kereta pun berjalan, tak lupa kami panjatkan do’a agar kami selamat samapi tujuan. Sesampainya di Stasiun Pasar Senen ternyata cukup banyak penumpang yang naik, akhirnya saya dan beberapa penumpang lain yang tidak mendapat no kursi diusir meninggalkan kursi. Akhirnya beberapa dari kami terpaksa berdiri, termasuk saya. Hal seperti ini sudah menjadi hal yang biasa bagi para pengguna kereta api kelas ekonomi. Justru menurut saya disini lah letak uniknya kereta api ekonomi. Kami mulai berinterkasi dengan para penumpang lain, ada yang tujuan akhirnya Purwokerto, Madiun, Sragen, Solo bahkan ada yang tujuan akhirnya Surabaya. Artinya dia akan berada di kereta ini hingga perhentian terakhir dan kurang beruntungnya dia adalah dia tidak mendapat tempat duduk. Tetapi ini Indonesia bung, negeri yang terkenal ramah dan memang begitu adanya menurut saya. Seperti hal nya yang terjadi di kereta itu, kami mulai ngobrol ngalor ngidul, topik kami terus berganti mulai dari politik, sampai kuliner. Akhirnya kami sepakat untuk bergantian berdiri, kursi yang seharusnya diperuntukkan untuk empat orang sekarang ditempati oleh enam orang, begitu juga dengan kursi yang seharusnya diperuntukkan untuk enam orang sekarang digunakan oleh delapan orang, begitulah yang terjadi. Banyak sekali pelajaran hidup yang saya dapat selama perjalanan ini. Mulai dari bagaimana gigihnya pedagang asongan yang berjualan di atas kereta api, terkadang mereka tidak memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Lain lagi dengan pengamen yang “memaksa” penumpang untuk membari uang, ada juga tukang pijit yang juga “maksa” minta duit. Inilah gambaran bahwa hidup ini keras, apabila kita tiak siap maka kita kan terlindas oleh roda kehidupan. Yang menarik dari perjalanan kali ini adalah hadirnya seorang kakek tua yang mengaku umurnya sudah 90 tahun, walaupn saya tidak mempercayai pernyataan itu seratus persen, tetapi yang jelas kakek itu sudah tua. Beliau datang ke tmapt duduknya dengan terengah-engah dan diantar oleh seorang petugas Keamanan KA. Selama perjalanan beliau berkisah tentang hidupnya, sedih sekali saya mendengarnya, beliau merantau ke jakarta sejak tahun 1980 hingga sekarang. Ketika ditanya mengapa tidak ikut dengan anak-anaknya beliau menjawab tidak ingin merepotkan anak-anaknya. Dia bercerita tentang pentingnya kesetiaan dan kerja keras.

Dan hal terkahir yang ingin saya sampaikan adalah “Kuliner” di KA ekonomi seperti Gaya Baru ini sangat menarik, terutama Pecelnya, hanya dengan mengeluarkan uang Rp. 3.000-Rp. 5.000 kita suah bisa menikmati pecel yang menurut saya enak, walaupun jika ditinjau dari sisi kebersihannya sangat kurang. Akhirnya saya ingin mengajak merenungkan bahwa banyak yang harus dibenahi di negara ini. MERDEKA!

Suasana di dalam KA

Berdiri dari Jakarta hingga Purwokerto

Kakek tua yang Penuh Semangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s